Kamis, 07 Oktober 2010

Proses Produksi di Industri Televisi

Industri televisi saat ini sedang mengalami peningkatan yang cukup signifikan, jumlah stasiun televisi lokal semakin bertambah dari tahun ke tahun. Saat ini saja berkisar antara 50 stasiun televisi lokal, belum lagi ditambah dengan 11 stasiun bersiaran nasional. Acara-acara yang ditayangkan juga beragam mulai dari Sinetron, Variety Show, Reality Show, Komedia, Realigi, Sport, dan masih banyak jenis program acara lainnya.

Bila kita ingin mengenal lebih dalam pada industri televisi, kita bisa melihat dari beberapa proses bisnis yang dihasilkannya mulai dari Idea /Gagasan kemudian dituangkan ke dalam sebuah proses produksi. Dalam tahpan produksi biasanya dibagi ke dalam 3 bagian besar yakni :
  1. Pre-Production
  2. Production
  3. Post Production
1. Tahapan Pre Production :

Pada tahapan ini biasanya dimulai dengan pengembangan konsep yang dilakukan dengan cara mendapatkan masukan melalui : brainstorming, data riset, production book, serta beberapa persiapan seperti penulisan naskah dan rundown (susunan acara).

Selanjtnya dilakukan production meeting dengan melibatkan departemen terkait seperti ; produser, program director, tim creative, production asisstant, lighting, set property, Wardrobe and make up, General Affair serta tim pendukung lainnya.

Proses selanjutnya setelah dilakukan kegiatan tersebut adalah melakukan set up yang terdiri dari aktifitas mulai dari : Set Construction, hang & Focusing, Lighting, Audio Loading dan Set Up serta Video Set Up. Bila semua itu telah selesai dilakukan, maka proses selanjutnya adalah melakukan kegiatan Rehearsal (Gladi Resik) dengan mempersiapkan ; camera blcoking, run-through serta dress rehearsal.

2. Tahapan Production ;
Dalam tahapan ini biasanya kita bisa memilih dua alternatif apakah dengan Live on Air (Siaran Langsung) dimana program mulai dan berakhir dengan slow waktu program dan berjalan sesuai dengan Rundown (Susunan Acara).

Atau bisa juga dengan cara VideoTape dimana proses produksi berjalan dengan treatment live atau juga bisa Taped in Segment yakni proses produksi dilakukan per segment.

3. Tahapan Post Production :
Aktifitas dalam post production biasanya bisa dilakukan dengan metode :
  • Studio Strike, dan Videotape Editing. Proses ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada creative control, hal-hal yang masih perlu diperbaiki untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
  • Audio Sweetening dan Evaluation of Program. Kegiatan ini dilakukan sebagai proses penambahan pada edited Master Tape.
Tentu saja dalam praktek di lapangan tidak semudah yang tertera dalam tulisan ini. Paling tidak kita dapat memahami secara konseptual proses bisnis yang ada pada bagian Produksi.


Blue print SDM pada Industri Televisi

Cetak Biru atau Blue Print merupakan landasan organisasi untuk menentukan arah jangka pendek dan jangka panjang kemana orgnisasi akan menuju sasaran atau tujuan akhir, sehingga pada tiap tahapannya akan jelas prioritas mana saja yang harus pertama kali dilakukan. Pada gambar di atas, dijelaskan mengenai tahapan bisnis yang harus sejalan dengan tahapan pengembangan sumber daya manusia. Inisiatif yang harus dikembangkan oleh Divisi Sumber Daya Manusia di industri televisi yakni, Pertama, mengembangkan seluruh potensi karyawan yang dikaitkan dengan tingkat komptensinya. Kedua, meningkatkan produktifitas karyawan agar lebih cepat dalam pelaksanaan pekerjaan, lancar dan tidak ada kendala serta tetap mempehatikan efisiensi dalam pelaksanaannya. Ketiga, pemberdayaan karyawan. Ada pun indikator – indikator yang perlu dilaksanakan adalah sebagai berikut :

1. Merealisasikan organisasi menjadi perusahaan yang mampu menjadi pionir dalam inovasi dan kreatifitas (corporate innovative) untuk menghasilkan program-program yang bermutu dan bisa diterima oleh pemirsa sebuah stasiun televisi. Indikator untuk mencapai ke arah hal tersebut sebagai berikut :

a. Operasional prima, perusahaan yang menggunakan strategi ini berupaya mencapai biaya paling efisien pada setiap proses bisnis yang menghasilkan kualitas jasa dan program sesuai dengan harapan pemirsa sebuah stasiun televisi. Perusahaan harus mampu menjabarkan visi ke dalam program-program unggulan, baik yang bersifat Inhouse Production maupun External Production.

b. Keakraban dengan pemirsa televisi (Viewer Intimacy), sebuah stasiun televisi selayaknya menggunakan strategi ini untuk mempertahankan pemirsanya dengan menunjukkan pemahaman luar biasa melalui program-program Off Air untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pemirsanya melebihi rata-rata pesaingnya .

c. Program yang senantiasa terdepan dan menjadi trendsetter bagi pemirsa melalui kreatifitas yang tinggi dari setiap karyawan sebuah stasiun televisi, tidak terpaku hanya pada satu Divisi saja. Dalam hal ini setiap karyawan dirangsang untuk memberikan idea-idea dan gagasan-gagasan yang inovatif melalui saluran komunikasi internal yang dibangun secara positif dan mendapatkan apresiasi dari manajemen.

2. Menjadikan sebuah stasiun televisi sebagai organisasi pembelajaran sehingga para karyawannya dituntut untuk selalu meningkatkan kompetensi yang dimilikinya. Perusahaan akan terus mengembangkan potensi karyawan yang memiliki kompetenasi atau standar sector ekonomi nasional dan global. Indikator yang dimaksud adalah :

a. Keterampilan dan sikap dalam memecahkan masalah yang berorientasi pada efisiensi, produktifitas, mutu dan kepedulian terhadap dampak lingkungan.

b. Keterampilan dan sikap dalam pengendalian emosi diri, membangun persahabatan, dan obyektivitas persepsi.

c. Keterampilan dan sikap dalam berkomunikasi horizontal dan vertical serta membangun jejaring internal.

d. Sikap dalam kemauan untuk belajar secara berkelanjutan

e. Keterampilan dan sikap dalam pengembangan diri untuk mengaitkan kompetensi pekerjaan dengan kompetensi probadi individu.

f. Keterampilan dan sikap maju untuk mencari cara-cara baru dalam mengoptimalkan pelayanan mutu terhadap pelanggan.

g. Keterampilan dan sikap saling memperkuat (sinergitas) antar karyawan untuk selalu meningkatkan mutu produk dan mutu pelayanan pada pelanggan.

3. Adanya perpaduan yang sejalan antara bisnis inti dan kompetensi yang dimiliki oleh karyawan . Dalam hal kaitan dengan kompetensi, agar para karyawan dilihat kembali kompetensinya masing-masing untuk kemudian disesuaikan dengan tujuan bisnis/organisasi yang saat ini sudah mencanangkan akan melakukan perubahan segmentasi dari CDE menjadi BCD class. Setiap karyawan harus dipotret kembali masing-masing area kekuatan dan kelemahannya untuk kemudian dilakukan perencanaan yang terkait dengan program pelatihan dan pengembangan karyawan.

4. Mengembangkan metoda atau sistem pencapaian target baru yang mampu memerinci secara detail tentang indikator atau performansi apa saja yang harus dituangkan di dalam satu rencana kerja tahunan yang bisa dievaluasi setiap 6 bulan sekali. Untuk program – program baru yang saat ini sedang dilakukan, harus benar-benar memperhatikan kemampuan setiap potensi yang karyawan yang dilibatkan dalam program tersebut. Beberapa produser yang masih rendah beban pekerjaaannya dapat diberdayakan melalui program-program baru yang bisa memberikan tantangan bagi setiap produser untuk meningkatkan potensi dirinya.

5. Mengembangkan Sistem Pengembangan Bakat untuk mendidik dan mengembangkan potensi karyawan sehingga suksesi kepemimpinan akan lebih baik pelaksanaannya. Kandidat dari dalam akan selalu siap untuk dipromosi menggantikan atasannya yang bisa saja keluar atau mendapatkan promosi yang lebih baik lagi. Dalam hal ini program suksesi di sebuah stasiun televisi harus benar-benar diterapkan dan dijalankan secara berkesinambungan. Divisi Sumber Daya Manusia, dapat melakukan pemetaan terhadap seluruh karyawan, terutama karyawan yang berkinerja tinggi menjadi bagian dari prioritas pertama dalam pengembangan program suksesi ini.

Pelatihan dan Pengembangan, perlu dibuat sebuah modul training dan pengembangan yang komprehensif dengan cara mengetahui kebutuhan training dari masing-masing Divisi yang berbeda

Rabu, 06 Oktober 2010

Karyawan Berkinerja Istimewa

Tidak sedikit karyawan dalam sebuah perusahaan yang memiliki kecakapan, dengan memfokuskan pada kelompok kecil karyawan berpotensi, perusahaan tidak ingin kehilangan karyawan berkinerja istimewa yang memiliki peran penting terhadap keberhasilan perusahaan. Karyawan berkinerja istimewa mungkin saja tidak memiliki potensi untuk menempati posisi yang lebih tinggi dan berarti, namun mereka memang memberikan kontribusi dan memiliki kapabilitas untuk memberi nilai tambah yang sangat berarti bagi kinerja perusahaan. Motivasi dan pengembangan mereka merupakan kunci untuk menjamin keberhasilan perusahaan. Sebagaimana halnya dengan upaya sistematis yang dilakukan perusahaan dengan manajemen talenta yang memfokuskan pada posisi kunci dan karyawan yang punya potensi tinggi, maka perlu juga upaya sistematis untuk mengidentifikasi dan mengembangkan karyawan berkinerja istimewa tersebut.

Sembilan puluh persen (90%) karyawan yang tidak teridentifikasi sebagai karyawan yang berpotensi tinggi termasuk diantara 15-20% yang teridentifikasi sebagai karyawan berkinerja istimewa namun tidak memiliki potensi untuk menempati pekerjaan lebih besar dan lebih berarti. Perusahaan harus juga fokus kepada karyawan berkinerja istimewa dengan cara mengidentifikasi melalui proses manajemen talenta, misalnya dengan melakukan proses assessment objektif oleh pihak eksternal, melakukan validasi siapa saja yang termasuk katagori ini serta memahami atau mengetahui siapa penyumbang istimewa yang saat ini dan apa yang harus dilakukan oleh perusahaan agar mereka tetap termotivasi dan dapat berkembang.

Proses manajemen talenta juga juga harus dapat mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan dari karyawan berkinerja istimewa, apa saja yang mereka perlukan agar mereka bekerja lebih efektif dalam pekerjaan saat ini. Biasanya karyawan berkinerja istimewa ingin lebih memperluas tanggung jawabnya, dan menjadi orang yang ahli di dalam wilayah pekerjaannya dan lebih dikenal di luar unit kerjanya masing-masing. Mereka dapat menyumbangkan pikiran dan tenaganya, dan pada saat yang sama tetap menempati posisi yang ada, karena hal itu akan cukup memotivasi karyawan type ini.

Manajemen dapat membantu karyawan jenis ini untuk meningkatkan kedalaman atas keahlian mereka dan menjadikan meereka karyawan yang berkinerja lebih istimewa. Dari sudut pandang aspek motivasi, peningkatan kompetensi memberi mereka suatu penghargaan dan merasa bahwa perusahaan ikut mengembangkan karir mereka dan menginginkan perusahaan terus melakukannya.

Senin, 04 Oktober 2010

Memilih Pesaing Kita

Hampir tidak mungkin untuk menyebutkan kategori usaha atau bisnis yang tidak ada pesaingnya. Apakah itu jenis bisnis consumer goods, property, penerbangan, telekomunikasi, penyiaran/industri pertelevisian, biro perjalanan, pendidikan, atau jenis apa saja yang dapat kita pikirkan, dunia usaha dipenuhi oleh para pesaing dan perusahaan yang mencari keunggulan kompetitif.

Perusahaan yang mencoba menjadi segalanya bagi semua orang harus menerima kenyataan bahwa perusahaan tersebut tidak mungkin menguasai semua pasar. Kita bisa melihat beberapa perusahaan tidak mampu bersaing karena kinerjanya yang rendah dan perusahaan mereka banyak permasalahan seperti beberapa perusahaan yang bergerak di industri telekomunikasi, yang mengharuskan terjadinya merger, atau industri manufakturing, serta beberapa jenis industri lainnya. Di sisi lain, jika ceruk pasar yang dibidik terlalu sempit, sering kali tidak mungkin mendapat daya tarik finansial atau membangun bisnis.

Namun demikian beberapa perusahaan yang bisa membangun bisnisnya hingga lebih dari sepuluh tahun berturut-turut menghasilkan pertumbuhan positif, ternyata ada beberapa strategi yang diterapkan oleh para pengelolanya (manajemen), diantaranya :

  1. Secara konsisten membangun dan menciptakan satu brand yang mudah dikenal.
  2. Mengendalikan bisnisnya secara terintegrasi sehingga kebijakan-kebijakan perusahaan dapat dengan mudah dikontrol.
  3. Memilih pesaing dengan hati-hati. Beberapa perusahaan berusaha membuat model bisnis yang dapat mengukuhkan persaingan dengan cara memilih pesaing-pesaing yang bermain/kompetisi di jenis usaha tertentu. Mereka dengan ceermat mengamati dan menganalisa siapa saja pesaing mereka serta bagaimana potensi untuk tumbuh dan berkembang di masa depan.
  4. Faktor Integrity, manajemen yang berkomtimen dan terus berkembang biasanya mendapatkan kepercayaan dari para stakeholders sehingga mereka dipercaya untuk terus mengelola perusahaan.
Dengan demikian bila kita kaji lagi maka, faktor memilih pesaing juga memegang peran penting dalam meningkatkan pertumbuhan perusahaan di masa depan. Prinsip yang harus diperhatikan adalah :
  • Jangan mencoba menjadi segalanya untuk semua orang. Kita akan menjadi tidak berarti bagi siapa pun.
  • Berhenti sejenak dan pelajari apa yang dilakukan pesaing atau setiap orang dalam bisnis yang akan kita masuki.
  • Jangan melawan langsung perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif dan keuangan dari kita.
  • Temukan peluang baru.
  • Selalu akan ada pesaing yang menawarkan harga lebih rendah dari kita. Pelajari cara menangkis strategi lawan tanpa mengurangi keuntungan kita.
Selamat mencoba

Minggu, 03 Oktober 2010

Belajar Berfikir Besar, Memulai dari Langkah Kecil

Pernahkan Anda melihat dan mengamati semua perubahan yang ada di dunia ini ? Coba bayangkan seandainya tidak ada orang-orang yang memiliki pemikiran ke depan (besar), betapa sempitnya dunia ini. Kita masih akan berkomunikasi dengan mengerang dan mendengkur, mencari tempat berlindung di bawah akar pohon, serta mengais-ngais mencari makanan.

Untunglah, ada orang-orang seperti Thomas Alfa Edison, Bill Gates, Steve Job, Irwin Jacob, Ciputra, Bob Sadino, dan masih banyak lagi orang-orang yang berfikir besar dan mencoba membuat transformasi yang dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.

Kita akan lihat bagaimana para perintis bisnis dan perubahan memulai sesuatu yang mustahil untuk bisa diwujudkan dengan berbagai pengorbanan dan tentunya dimulai dengan langkah kecil.

MNC Group, memulai dengan sebuah tindakan kecil untuk kemudian menjadi sebuah perusahan media yang terintegrasi dan terbesar di Indonesia. Mereka memulainya dengan mennggabungkan beberapa media yang ada untuk kemudian membuat sebuah model bisnis yang saling terintegrasi.

Berfikir besar akan menghasilkan kemajuan, pembangunan, dan keberhasilan usaha. Ada pemikir besar dibalik suksesnya sebuah perusahaan seperti MNC Group, Djarum Geoup, Ciputra Group, Bakrie Group dan lain sebagainya.

Dalam dunia yang penuh perubahan ini, kita melihat tidak pernah kekurangan pemikiran besar. Setiap tahun jutaan bisnis baru dimulai di dunia. Ada yang memulai modal dengan berkantor di rumah. Ada juga yang mengumpulkan modal dari mitra dan teman untuk mencapai mimpinya. Orang lain mendirikan perusahaan manufaktur atau penyedia jasa yang mempekerjakan ribuan orang. Dalam setiap bisnis baru terdapat dua hal yang pasti : Ada pemikiran besar sebelum membuat keputusan besar dan tidak ada satu bisnis pun yang didirikan untuk gagal. Sayangnya, berdasarkan tingkatg kesuksesan yang ada, berfikir besar memiliki peranan kecil dalam kesuksesan bisnis.

Lalu bagaimana seharusnya dilakukan ????

Berfikir Besar, Bertindak Kecil. Inilah orang dan perusahaan yang memahaminya dengan benar. Kinerja keuangan jangka panjang yang konsisten membedakan mereka dengan yang lain. Pemikiran besar mereka didasarkan pada ide besar asli, benar-benar memecahkan masalah pelanggan, membuatnya lebih baik, atau menciptakan nilai.

Mereka tidak memanfaatkan perusahaan sebagai mesin uang dan tetap bersikap rendah hati. Mereka terus bekerja dekat dengan pelanggan dan memahami bahwa perusahaan tidak akan memiliki masa depan jangka panjang kecuali tujuan jangka pendeknya terpenuhi.

Mereka siap membuang metode yang tidak berhasil; mengajak setiap orang berfikir dan bertindak seperti pemilik; dan terus menerus mendirikan bisnis baru, menyediakan solusi win-win untuk pelanggan. Dengan hati-hati mereka memilih arena persaingan, bekerja tanpa kenal lelah untuk membangun komunitas penggemar dan tantangan terbesar mereka adalah membantu menyiapkan pemimpin masa depan.

Orang dan perusahaan yang berfikir besar dan bertindak kecil sangat baik sebagai karyawan; vendor dan pemasok; pemegang saham dan komunitas.

Untuk maju, jalani prinsip berfikir besar dan bertindak kecil seperti contoh beberapa perusahaan yang penulis utarakan sebelumnya.

Silahkan mencoba.