Kamis, 29 Januari 2009

Menepis Belenggu "Tidak Mungkin"


Oleh: Agus Riyanto


Banyak hal dalam kehidupan kita yang penuh misteri. Kebanyakan dari kita pun masih memeluk erat mitos "tidak mungkin" akan suatu hal yang ingin kita raih. Dalam banyak kasus, kita kadang merasa tidak berdaya dan seolah terpenjara dalam belenggu diri yang membatasi diri kita saat ini dengan diri ideal yang kita inginkan.

Percaya kepada mitos "tidak mungkin" mencerminkan ketidakberdayaan diri melihat sesuatu yang ingin kita dapatkan banyak sekali hambatannya. Dengan kata lain, kita tidak memiliki rasa percaya diri yang kokoh. Melihat tantangan, hambatan, rintangan, dan resiko gagal di depan mata membuat kita miris dan mengurungkan niat untuk bergerak maju. Hasilnya, kita hanya jalan di tempat atau tertinggal karena rival-rival atau pesaing kita telah melesat jauh.

Mitos "tidak mungkin" misalnya terjadi pada kasus yang menyatakan:
v "Ah, saya hanya anak orang miskin, mana mungkin bisa sukses...!"
v "Saya hanya lulusan dalam negeri, mana mungkin bisa menjadi top manager di perusahan ini."
v "Suara saya fals, mana mungkin bisa jadi penyanyi terkenal."
v "Saya hanya seorang pembantu rumah tangga, mana mungkin bisa menjadi penulis terkenal!"
v "Muka saya jelek, mana mungkin bisa jadi artis terkenal... Kenapa sih Tuhan menciptakan saya dengan muka seperti ini?!"
v "Saya hanya orang cacat yang malang, mana mungkin bisa menjadi orang yang berguna!"
v "Saya hanya ........, mana mungkin bisa ............!"

Demikian seterusnya. Banyak sekali alasan yang kita buat-buat dengan dalih "tidak mungkin" untuk membenarkan bahwa keadaan kita saat ini adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi. Atau dengan kata lain, kita hanya bisa pasrah menghadapi keadaan yang mungkin belum sesuai dengan kondisi ideal yang kita harapkan. Kita akhirnya percaya bahwa kita tidak bisa merubah keadaan menjadi lebih baik dengan talenta yang kita miliki. Kita bersembunyi dengan dalih "tidak mungkin" untuk menutupi kemalasan kita dalam berikhtiar dan keluar dari zona kenyamanan hidup kita. Kita takut tampil sedikit lebih beda dari kebanyakan orang di sekitar kita.

Banyak contoh yang telah membuktikan bahwa mitos "tidak mungkin" adalah ciptaan dari pikiran kita sendiri. Mereka mampu membuktikan bahwa ketidakmungkinan itu menjadi mungkin dengan kerja keras yang cerdas dan usaha yang sungguh-sungguh. Sebagai contoh misalnya:
* Bang Iwan Fals, dari namanya kita tahu ada suatu masalah dari suaranya, namun kenyataannya beliau bisa jadi penyanyi dan pemusik yang sulit ditemukan tandingannya.
* Eni Kusuma, dulunya dikenal dengan profesinya yang seorang pembantu rumah tangga, namun buktinya beliau bisa membuktikan bisa menjadi penulis terkenal dan bahkan bisa membagikan semangatnya kepada orang banyak melalui tulisan dan workshop yang ia bawakan.
* Tukul mukanya seperti itu, tidak ada yang mengatakan dia ganteng. Buktinya, beliau bisa jadi seorang entertainer papan atas negeri ini.
* Hirotada Ototake dari Jepang, tidak punya tangan dan kaki. Buktinya bisa menginspirasi jutaan orang lewat kisah hidup dan perjuangannnya yang ia tulis dalam bukunya yang terkenal, "No One's Perfect".

Dan masih banyak lagi kisah orang-orang luar biasa, yang mungkin jika keterbatasan dirinya ada pada kita, kemungkinan besar itu akan menjadi dalih kuat bagi kita untuk membenarkan ketidakberdayaan kita. Keluarbiasaan diri kita terkubur karena menganggap sesuatu di luar keadaan kita yang sekarang adalah "tidak mungkin".
Di samping mensyukuri keadaan dan nikmat hidup yang ada pada diri kita sekarang, jika masih memungkinkan bagi kita untuk meningkatkan potensi diri, bukankah itu tidak ada salahnya.


Bahkan sebuah keharusan bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas diri dan mengasah talenta agar kita bisa menjadi manusia yang lebih bermanfaat. Semakin bermanfaat diri kita bagi orang lain, semakin bermakna pula hidup kita. Sebagaimana hadits Nabi yang menyatakan, "Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia lain."
Dan yang tidak boleh dilupakan, ketika kita sudah sampai di puncak prestasi (misalnya punya perusahaan sendiri, kaya raya, disanjung banyak orang, atau berada di puncak karier), maka kita tidak boleh sombong, merasa paling hebat, paling pandai, dan perasaan paling lainnya. Kita juga tidak boleh meremehkan orang lain, menganggap yang lain tidak ada apa-apanya, hina dan tidak mungkin bisa sukses seperti kita. Jika kesombongan telah merasuk dalam dada, mudah saja bagi Allah SWT untuk mengembalikan kita pada keadaan semula. Jika Allah SWT sudah berkehendak maka tidak ada lagi yang "tidak mungkin". Semoga bermanfaat.[ar] * Drs. Waidi, MBA.Ed dulunya juga berasal dari keluarga petani yang sangat sederhana, namun sekarang bisa sukses menjadi seorang dosen, trainer, penulis, dan entrepreneur. Pernah ketika muda dulu—saat masih bukan siapa-siapa—menceritakan cita-citanya pada rekannya, beliau hanya mendapat cemoohan. Kenyataannya, rekan yang mencibirnya sekarang masih menjadi itu-itu saja, namun Pak Waidi telah melesat mengaktualisasikan dirinya yang luar biasa.


Membuat Proposal HRMS


Apakah Anda kebingungan di saat atasan menyuruh kita untuk membuat proposal HRMS (Human Resources Management System), berikut ini adalah kisi-kisi cara membuat proposal pengajuan HRMS sbb :


PT. Talentamedia

Request for Proposal Human Resources Management System




  • Table of Content

    1. Background

    2. Objectives

    3. Requirements :

    Personnel Administration :
    1. Employee Personnel Information (Mandatory)
    2. Powerful Search Module (Required)
    3. Edit Status Mode (Mandatory)
    4. Employee Report (Mandatory)
    5. Employee Data Change (Mandatory)

    Organization Management
    1. Organization Structure (Mandatory)
    2. HR Policy (Mandatory)
    3. Organization Chart (Mandatory)
    4. Position Monitoring Report (Required)

    Compensation Management
    1. Multiple Payroll Period (Mandatory)
    2. Salary Information (Mandatory)
    3. Automates Transaction Journal & Payroll Slip (Mandatory)
    4. Indonesian Compliance (Mandatory)
    5. Customizable Formula (Mandatory)
    6. Payroll Calculator (Mandatory)
    7. Merit Increase Analysis and Process (Required)
    8. Remuneration Planning and Analysis (Future)
    9. Analysis Planning (Future)

    Time Attendance
    1. Integration with External Attendance Device (Mandatory)
    2. Multiple Schedule (Required)
    3. Automatic Overtime Calculation (Mandatory)
    4. Employee Self Service (Mandatory)
    5. Approval Work Flow (Mandatory)
    6. Online Approval (Mandatory)
    7. E-mail Alerts (Required)
    8. Trouble Lights (Required)
    9. Payroll Interface (Mandatory)
    10. Request and Approval Rules (Mandatory)
    11. Analysis Reporting (Future)

    Reimbursement Management
    1. Employee Self Service (Mandatory)
    2. Approval Work Flow (Mandatory)
    3. Online Approvals (Mandatory)
    4. Email Alerts (Required)
    5. Trouble lights (Required)
    6. Payroll Interface (Mandatory)
    7. Reimbursement Rules (Mandatory)
    8. Analysis and Reporting (Future)
    9. Office Supply Requests (Future)

    Notification Alerts
    1. Customizable Dashboard Lights (Future)
    2. Drill-down Analysis (Required)
    3. Email Alerts (Required)
    4. Analysis and Reporting (Mandatory)
    5. Multiple Approval Processing (Mandatory)
    6. PDA and Web Access (Mandatory)

    Appraisal Management
    1. View Job Match and Compare Employees (Mandatory)
    2. Multi-person Appraisals and Work Flow (Mandatory)
    3. Online Appraisals (Mandatory)
    4. Determine Training Requirements (Required)
    5. Performance Objective Management (Mandatory)
    6. Pay for Performance (Mandatory)
    7. Analysis and Reporting (Required)
    8. Career and Succession Plan
    9. Succession Plan (Mandatory)
    10. Development Plan (Mandatory)
    11. Flexible Search Engine (Required)
    12. Highlighted Training Requirements (Required)
    13. Multi Position and Employee Comparison (Mandatory)
    14. Job Family (Required)
    15. Employee Self Service (Mandatory)
    16. Alerts (Required)
    17. Flexible Analysis Tools (Required)

    Training Management
    1. Employee Self Service (Mandatory)
    2. Approval Work Flow (Mandatory)
    3. Online Approvals (Mandatory)
    4. Multiple Training Method (Required)
    5. Training Plan and Calendar (Mandatory)
    6. Training Budget and Expense (Mandatory)
    7. Training Result (Mandatory)
    8. Training Evaluation (Mandatory)
    9. Email Alerts (Required)
    10. Training Report (Mandatory)
    11. Trouble Light (Mandatory)

    Recruitment & Selection
    1. Approval Work Flow (Mandatory)
    2. Online Approval (Mandatory)
    3. Job Applications – Online (Mandatory)
    4. Email Alerts (Required)
    5. Applicant Data (Mandatory)
    6. Integration With Other Modules (Mandatory)
    7. Trouble Lights (Future)
    8. Analysis and Reporting (Required)


    Competency Management
    1. Competency Library
    2. Competency Information
    3. Career Planning
    4. Succession Planning
    5. Succession Analysis and Assignment
    6. Search Based on Competency
    7. Trouble Lights

    Communication Channel
    1. Broadcast (Mandatory)
    2. Polling (Future)
    3. Survey (Future)
    4. Feedback (Required)

    4. Service Level Agreement (IT dan HCM)

    5. Hardware Specification (IT)

    6. Assumption

    7. Contract Requirement
    8. Pricing

Contoh Pembuatan SOP Industrial Relation HRD



Berikut di bawah ini adalah contoh bagaimana seorang karyawan HRD yang belum memiliki SOP di perusahaannya untuk membuat sendiri .


Pada tahap awal pembuatan SOP kita harus menentukan tujuan dari adanya SOP, kemudian Cakupan, dst sebagaimana contoh detailnya :


1. TUJUAN
Industrial Relations bertujuan untuk menyelesaikan setiap permasalahan karyawan PT. ABCDE dengan pendekatan bipartit sehingga bisa tercapai titik temu penyelesaiannya, tanpa harus melibatkan pihak ketiga (Instansi Pemerintah).

2. CAKUPAN
Diterapkan untuk seluruh karyawan.


3. ISTILAH
Bipartit : Pendekatan secara internal antara karyawan dengan manajemen sesuai dengan prioritas yang disarankan oleh pemerintah, dengan mengacu kepada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.


4. KEBIJAKAN
4.1 Dilakukan apabila terjadi masalah dengan karyawan PT. ABCDE.
4.2 Setiap penyelesaian masalah harus melalui bipartit forum.
4.3 Dalam rangka memberikan solusi yang saling menguntungkan.


5. REFERENSI
5.1 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang KetenagakerjaanUndang
5.2 Undang Nomor 02 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Hubungan
Industrial
5.3 Peraturan Perusahaan PT. ABCDE
6. TANGGUNG JAWAB:
6.1 Departemen Government and Industrial Relations

6.1.1 Melakukan evaluasi terhadap kronologis permasalahan terhadap karyawan yang mempunyai masalah .
6.1.2 Melakukan konseling dan koordinasi internal dengan departemen terkait lainnya.
6.1.3 Membuat rekomendasi penyelesaian permasalahan melalui bipartit forum.

6.2 Departemen Terkait

6.2.1 Memberikan peringatan kepada karyawan yang melanggar ketentuan perusahaan, baik lisan maupun tertulis.
6.2.2 Memberikan data dan kronologis permasalahan yang terjadi pada karyawan yang bermasalah kepada HCM c.q. Departemen Government and Industrial Relations.

6.3 Internal Audit
6.3.1 Menjadi pihak ketiga yang netral dalam hal adanya perselisihan antara karyawan.
6.3.2 Memberikan pandangan atau pendapat terhadap permasalahan.


7. PROSEDUR:
7.1 Divisi Government dan Industrial Relations melakukan koordinasi dengan departemen terkait untuk memberikan konseling terhadap karyawan yang bermasalah.
7.2 Departemen terkait dari karyawan yang bermasalah tersebut dianjurkan untuk memberikan surat peringatan baik teguran maupun tertulis kepada karyawan yang melakukan kesalahan, sesuai dengan tingkat kesalahannya maksimal 20 (dua puluh) hari setelah adanya koordinasi dengan Govt. & IR..
7.3 Setelah 6 (enam) bulan terhitung dari dikeluarkannya teguran maupun peringatan tertulis, karyawan tetap melakukan kesalahan, maka Departemen terkait memberikan rekomendasi penyelesaian lanjutan kepada Departemen Government and Industrial Relations
7.4 Setelah ada rekomendasi dari departemen terkait maka Departemen Government and Industrial Relations akan memanggil karyawan tersebut untuk didengar kembali alasan-alasan dan sebab-sebab terjadinya pelanggaran.
7.5 Govt. & IR juga akan meminta pendapat yang netral dari internal audit mengenai permasalahan dari karyawan tersebut.
7.6 Tahap selanjutnya setelah di dengar penjelasan dari karyawan yang bermasalah tersebut dengan mempertimbangkan pendapat dari internal audit, divisi HCM akan memutuskan status karyawan tersebut untuk diberikan kesempatan melakukan perbaikan atau diproses ke arah pengakhiran masa kerja.

Rabu, 28 Januari 2009

Mengembangkan Komunikasi Internal di Perusahaan


Organisasi akan berjalan baik manakala terjadi hubungan komunikasi yang harmonis antara pimpinan dan bawahan. Pilar yang penting untuk dikembangkan adalah bagaimana menjalin komunikasi dengan para bawahan secara efektif dan tepat.

Untuk itu dibutuhkan saluran-saluran komunikasi yang tersedia di organisasi tersebut sehingga ketika pesan yang ingin disampaikan bisa dicerna dan dimengerti dengan jelas oleh setiap bawahan.


Tips
Ketika seorang pimpinan menyampaikan pesan kepada bawahan tentang sesuatu hal yang menjadi tujuan organisasi, maka yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :

Hendaknya pesan bersifat jelas dan singkat serta mudah dimengerti.
Gunakan media dan sarana yang berbeda ketika menyampaikan pesan tersebut.
Ingat--- ketika menyampaikan pesan, momentum waktu harus diperhatikan sehingga apa yang menjadi tujuan organisasi dapat tercapai.
Perhatikan media yang kita pilih ketika menyampaikan pesan-pesan tersebut kepada bawahan kita.
Harus diingat bahwa tidak setiap pesan harus dikirim secara massal dan menggunakan media yang sama.

Trik untuk Sukses

Jaga selalu momentum waktu ketika kita menyampaikan pesan kepada bawahan Anda, kenali type bawahan Anda........, apakah type Visual, type Audio, atau Type Kinestetik, mana yang lebih dominan ?

Gunakan kalimat yang berbeda pada saat menyampaikan pesan secara terpisah kepada bawahan kita.
Bila kita ingin menyampaikan pesan secara massal, hendaknya kalimat yang kita buat merangkum ketiga type tersebut sehingga masing-masing type memahami tujuan pesan yang disampaikan oleh atasannya.

Pemimpin Berwawasan Global


Seorang pemimpin yang memiliki tanggung jawab besar, haruslah memiliki pengetahuan yang luas. Unsur ini sangat penting di masa kini. Mengapa demikian ? …… Agar dapat berubah lebih cepat dalam persaingan yang ketat dan cepat dimana lingkungan yang sangat tidak pasti untuk ke depan, pemimpin harus mampu berfungsi sebagai katalis dalam problem solving, toleran terhadap resiko, berfikir dalam gambaran keseluruhan dengan keahlina teknis yang menonjol, Focus dalam mengembangkan hal-hal yang tidak terukur, Memiliki keterampilan non teknis dan pengetahuan lintas fungsi/antar disiplin seperti matematika, logika, sejarah, filosofi, sastra dan bahasa asing serta disiplin ilmu lainnya.

Pemimpin harus memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan informasi dengan baik dan mengkomunikasikannya dengan jelas, singkat, dan persuasive keterampilan untuk menganalisis informasi yang kompleks sampai membuat keputusan yang tepat berdasarkan pendekatan secara logis. Biasanya seorang pemimpin akan mencari solusi atau jawaban yang terbaik, bukan jawaban yang ingin kebanyakan didengar oleh karyawan.

Seorang pemimpin yang hebat biasanya juga “knowledge worker” yang seringkali memiliki pengetahuan antardisiplin dan memiliki pengalaman, serta secara bersamaan menerapkan pengetahuan yang berasal dari beberapa bidang untuk memecahkan masalah. Mereka seringkali dapat mengkombinasikan pengetahuan yang berbeda-beda, seperti bisnis dan teknologi.
Pemimpin masa depan juga harus mengerti visi organisasi yang spesifik dan berperan untuk bisa melihat dan merespons kebutuhan organisasi.

Jadi pada intinya seorang pemimpin masa depan apabila ingin efektif, maka diperlukan lebih banyak pengetahuan yang bersifat menyeluruh --- tidak perlu menjadi ahli, tetapi setidaknya cukup mengenal dengan baik untuk dapat menjawab pertanyaan yang tepat dari orang lain, memecahkan masalah dengan cerdas, serta membuat keputusan yang tepat yang didasari pada proses yang logis.

Selasa, 27 Januari 2009

Belajar Membuat Impian (Cita-cita) dari Anthony Robin




Anthony Robbins, adalah pembicara yang sangat sukses. Beliau dijuluki Pembicara termahal di dunia, karena sekali bicara Tony bisa dibayar $1 juta dolar lebih. Banyak sekali orang mengalami perubahan hidup yang cukup drastis setelah menghadiri seminarnya. Dimana Anthony Robbins mengadakan seminar disanalah orang berebut tempat hanya untuk mendengarkan pesan dan kisahnya.Dia begitu sukses luar biasa, seminarnya dicari dan ditunggu-tunggu banyak orang. Ada banyak orang sukses setelah memodel (baca:mencontoh) Anthony Robbins. Beberapa diantaranya Brad Sugars (Pembicara terbaik dari Australia), Adam Khoo (pembicara muda dari Singapore) dan di Indonesia salah satunya Tung Desem Waringin Pembicara Top Indonesia.Di bawah ini akan kami share kepada para pembaca tentang bagaimana cara membuat cita-cita versi Anthony Robin, semoga bermanfaat.




BUATLAH IMPIAN, GOAL DAN APA YANG ANDA INGINKAN DALAM BENTUK TERTULISThe Power of Raising Your StandardsKehidupan AR bisa berubah secara drastis setelah dia membuat keputusan dengan menaikkan level standar pribadinya, di level yang baru. Saat pertama dalam hidupnya, AR menulis dengan jelas apa yang dia inginkan, dan KOMITMEN untuk mencapainya selama hidupnya. AR mengidentifikasi kualitas apa saja yang harus dia ketahui, agar goalnya “Harus dicapai.” Kualitas disini meliputi :- kepercayaan diri,- fleksibility,- sikap positip dankeyakinan untuk melakukan segala sesuatu yang harus dilakukan, Seperti merubah beberapa kebiasaan buruk yaitu:- suka menunda,- negative thinking,- kemalasan.Hari dimana AR membuat Keputusan yang powerful untuk menaikkan standart dirinya, hari itulah titik balik yang merubah hidupnya seperti saat ini. Mengapa menaikkan level standar begitu penting bagi AR? Karena AR sangat mendambakan impiannya terwujud. Dan jika dia tidak memaksa dirinya mencapai potensi maksimal, impiannya tidak akan pernah terwujud. Standar baru tersebut mengijinkan dia untuk menciptakan hasil dalam hidupnya yang dimasa lalu seperti tidak mungkin untuk diwujudkan.Dalam wawancara khusus Februari 1994, di media ”Selling Magazine”, AR bertutur:“Suatu waktu Anda mulai membuat keputusan jangka pendek untuk menghindari kesedihan jangka pendek. Anda menciptakan kesengsaraan di jangka panjang. Orang yang sukses, akan melakukan apa saja yang diperlukan di jangka pendek, karena mereka mempunyai visi jangka panjang, dan berkomitmen terhadap visinya. Dan saya berpikir itulah rahasia sukses.”Put Your Dream & Desire in WritingSaat AR memutuskan mulai mendisain masa depan baru bagi dirinya, AR tidak berhenti sampai di sini. Ia menjabarkan visinya secara lebih kongkret, secara tertulis.Tepatnya di tahun 1983, AR memutuskan menciptakan masa depan yang sangat berbeda dengan hidup yang sebelumnya. AR men-set goalnya dan menuliskan segala sesuatu yang dia inginkan. AR menuliskan kepercayaan yang menghambatnya, dan menghancurkan semua hambatan yang melemahkan dia. AR menuliskan impiannya terus-menerus selama 3 jam, mencurahkan semua ide yang muncul saat itu, segala kemungkinan yang bisa dibayangkan tentang impiannya itu.AR mulai dengan kata:- Doing (apa yang ingin saya lakukan)- Being (saya ingin menjadi apa)- Having (apa yang ingin saya miliki)- Creating (apa yang akan saya ciptakan)- Experiencing (sesuatu yang ingin saya alami)- Contributing (apa yang bisa saya sumbangkan)AR menyusun semua goalnya dalam sebuah ‘Time Line’ dalam kurun waktu 20 tahun. Penting untuk dicatat disini pesan yang disampaikan AR: “Saya tidak berhenti untuk berpikir, apakah saya bisa mewujudkan goal itu atau tidak. Secara sederhana saya mencari ide apapun yang bisa menginspirasi saya dan terus menuliskannya.”Kini 25 tahun telah berlalu sejak AR menuliskan semua impiannya. Dan seperti bisa kita saksikan, AR telah meraih semua impiannya, yang telah ditulisnya saat itu.Tapi mungkin terlintas dalam pikiran anda, apa ini bisa berhasil buat saya? Apakah saya bisa mencapai apa yang saya tuliskan?Berikut saran AR untuk mengatasi keraguan itu:”Janganlah pernah berpikir tentang impian anda, ”Ini tidak realistis...!” atau ”Saya tidak tahu bagaimana mungkin saya bisa mencapai semua itu.” Biarkan saja semua berjalan mengalir. Langkah yang paling penting selama proses ini adalah jangan memberi batasan pada diri anda. Miliki cukup keyakinan bahwa orang lain dapat mencapai goal mereka. Tidak ada alasan lagi, mengapa anda tidak bisa seperti mereka?”(Cara untuk menuliskan impian bisa anda baca dan ikuti di Buku Awaken The Giant Within, bab 12: Obsesi hebat menciptakan masa depan)Bagaimana AR mengawali karir sebagai Pembicara?Pada saat mengikuti seminar, AR sangat terkesan dengan teknik NLP dalam membantu seseorang menyembuhkan fobia. AR juga tertarik mendalami terapi Gestalt, hypnosis Ericksonian dan NLP. Ketika ikut training tersebut, AR belajar menghilangkan pobia kurang dari satu jam, padahal penyembuhan tradisional memerlukan waktu 5 tahun lebih. Di Hari ke-15, AR menjadi psikolog dan psikiatri di kelas. Dia mengajak semua orang untuk mencari orang yang fobia dan menyembuhkannya. Semua memandang AR seperti orang gila. AR juga dianggap sebagai orang yang tidak berpendidikan. Tapi AR tidak peduli. AR diminta menunggu program sertifikasi 6 bulan berakhir lalu menjalani ujian. Namun AR tidak mau menunggu.Sepulang seminar, AR mulai mengadakan acara di radio dan TV Kanada serta Amerika. AR berkeliling kota menemui setiap orang dijalan, dan mewawancarai mereka. Jika mereka punya fobia, AR langsung membantunya menyembuhkan fobia yang mereka alami. Mulai dari fobia ketinggian, fobia makanan,hewan, kecoa, ular maupun trauma kekerasan rumah tangga yang dialami dalam keluarga.Inti pesannya satu : AR mempercayai bahwa Semua Perubahan bisa dibuat dalam sekejap. Termasuk mendisain masa depan dan mengatasi segala fobia. Penampilannya di seminar, radio dan televisi mengundang kontroversi saat itu. Khususnya para psikolog, psikiatri dan kalangan berpendidikan. Namun banyak juga yang mengalami perubahan hidup berkat seminar AR dan terapi2nya. Lambat laun orang mulai percaya dan menarik simpati pada AR. Bahkan tahun2 awal, AR menghabiskan 270 hari di jalan untuk memberi seminar.Berikut Pesan AR untuk masalah ini:“Anda harus menyatakan impian anda secara tertulis. Kekuatan dari impian yang tertulis, membuat anda mendapatkan sesuatu yang spesifik tentang goal anda. Tentang gambaran jelas apa yang anda inginkan. Dan ini akan bekerja seperti ‘MAGIC’ apa yang terjadi ketika anda mengambil pena di tangan kanan anda dan mulai menuliskan impian anda. Dalam pikiran anda, akan ada komentar seperti: ”Oh, saya memang serius tentang hal ini!” (Pikiran anda akan mempunyai anggapan bahwa anda SERIUS dengan goal anda)Maka pikiran anda akan bekerja seperti ’Servo Mechanism’ dan mulai memutar antena untuk mencari jalan bagaimana bisa membuat impian anda menjadi kenyataan.”* Disinilah Hukum Ketertartarikan – LOA ”The Secret” bekerja dalam diri Anda. Untuk lebih jelasnya simak kembali film The Secret berulang-ulang.Pertanyaan AR untuk refleksi diri:· Apakah Anda memiliki impian 5 – 20 tahun mendatang? (ada yang sudah punya ada yang belum)· Apakah impian Anda sudah anda buat dalam bentuk tertulis?· Apakah impian Anda sudah meliputi beberapa segi kehidupan? (seperti: Financially, Spiritual, Phisics, Family, Emotional, Sosial, Contribution)· Apakah Anda sudah melakukan Public Commitment terhadap impian Anda? · Apakah Anda selalu meng-update impian Anda secara regular? (artinya membuat semakin jelas, bukan mengganti dengan yang baru)




KUNCI UNTUK MENCAPAI GOAL (CITA-CITA) ANDA ADALAH ANDA MEMBUAT SESUATU MENJADI “HARUS”, DAN “BUATLAH DIRI ANDA TIDAK BISA HIDUP TANPA GOAL ANDAThe Power of CommitmentMenuliskan goal dan impian adalah langkah krusial, dimana menurut penelitian, kurang dari 5 persen orang melakukan hal ini. Namun hanya menulis goal dan impian anda, tidak lah cukup. Milikilah keyakinan bulat dan menjadi KOMITMEN 100 persen untuk mencapai goal anda.Apakah Impian Anda merupakan ”Keharusan” atau ”Seharusnya”?Bagi kebanyakan orang, mendapatkan apa pun yang diinginkan jarang merupakan keharusan. Mereka ingin merintis usaha baru, tetapi bukan keharusan, kalau tidak tercapai ya tidak apa-apa. Jika sesuatu hanya sebuah ’seharusnya’, dan bukan sebuah ’keharusan’, maka jarang kita akan dapat memperolehnya. Anda akan selalu menemukan alasan dan jalan untuk melepaskannya, dan berhenti berusaha pada saat menemui hambatan. Kalau AR tidak menganggap masa depannya adalah ’keharusan’, maka hidupnya akan tetap sebagai ’Tukang Kosek WC’.Orang-orang seperti Sylvester Stallone, Steven Spielberg atau Donald Trump sukses bukan karena terlahir dengan lebih disiplin, lebih fokus, atau lebih beruntung dari kebanyakan orang. Yang membedakan adalah mereka membuat tujuan yang ingin dicapainya sebagai sebuah keharusan bagi diri mereka. Mereka tidak mau terima jika impiannya kandas di tengah jalan. Itulah mindset yang harus dimiliki setiap pribadi sukses.Stallone Membuat Mimpinya jadi Bintang sebagai ”Keharusan”Ada cerita lain dari Sylvester Stallone. Kalau anda melihat film Rocky, akan anda temui kemiripan dengan kehidupan Stallone yang sebenarnya (Film Rocky yang sudah beredar mulai Rocky 1 sd 5). Saya akan tambahkan sedikit cerita Stallone untuk memberi gambaran tentang topik ini (Lihat juga tulisan Rahasia #13).Keluarga Stallone sangat miskin, bahkan ibunya terpaksa melahirkan dia di tangga pintu sebuah sekolah. Sebuah pukulan dari temannya membuat ia harus menderita kelainan saraf di bagian mukanya. Membuat sisi kanan wajahnya menjadi tidak normal. Ia juga terpaksa berbicara dengan gagap, dan ujung bibirnya selalu tertarik ke bawah. Dan menjadi lucu karena sesuai dengan namanya “Sylvester” yang diasosiasikan dengan film kartun kucing Looney Tunes. Dengan segala keterbatasannya itu Stallone bermimpi menjadi aktor dan memberi inspirasi bagi berjuta-juta orang melalui film-filmnya.(Seperti anda tahu, banyak anak muda mimpi menjadi aktor, menjadi bintang.... perbedaan Stallone dengan anak-anak muda umumnya adalah mimpinya bukanlah sekedar harapan. Bagi Stallone, mimpinya adalah sebuah keharusan yang mutlak. Ia betul-betul mempunyai komitmen untuk melakukan apa saja yang diperlukan untuk merealisasikannya)Pertama-tama ia mendaftar pada sebuah sekolah akting dan kemudian melakukan audisi. Dapat diduga, dengan aktingnya yang kaku, penampilan yang ‘dopey’, dan gaya bicara yang gagap, Stallone selalu ditolak pada peran apa pun yang diinginkannya. Tetapi ia tidak menyerah. Dengan tekun ia mengubah strateginya dan bertindak.Cara dia mendapatkan peran pertamanya merupakan contoh bagaimana ia mau melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Pada saat ia ditolak dalam suatu audisi, ia menarik kursi dan duduk di depan kantor manager, menolak pergi sampai mereka memberinya kesempatan. Sesudah duduk berjam-jam, mereka akhirnya tergerak atas keinginannya yang sangat kuat untuk mendapatkan kesempatan, dan memberinya peran. Walaupun ia hanya muncul selama beberapa menit sebagai figuran, ini sudah merupakan terobosan pertama baginya.Sayangnya pengalaman tersebut hanya membawanya pada kegagalan-kegagalan berikutnya untuk mendapatkan peran lain. Pada suatu hari, ia pulang tanpa hasil, dan sampai dirumah ia diberondong dengan omelan-omelan istrinya. Dia menyarankan Stallone untuk menyerah, meninggalkan impian bodohnya, dan mencari pekerjaan lain yang menghasilkan uang. Ia pun menjawab, “Jika saya mendapatkan pekerjaan lain, saya akan kehilangan satu-satunya hal yang penting dalam hidup saya.” “Bila saya berhenti berusaha dan bekerja di bidang lain, berarti saya menjual mimpi saya.”Pada titik terendah dalam hidupnya, ia menonton sebuah pertandingan tinju antara Mohammad Ali dan Chuck Webner, seorang petinju lemah yang menurut ramalan banyak orang akan dapat dirobohkan dalam 3 ronde. Yang tidak di duga oleh orang banyak adalah kemantapan dan kekerasan hati Webner. Ia dapat menyelesaikan total 15 ronde melawan Ali hanya karena ia tidak mau menyerah.Stallone sangat terinspirasi dengan tontonan tersebut dan muncul sebuah visi tentang sebuah film yang akan ia tulis naskahnya. Ia mulai menulis selama 3 hari tanpa henti hingga dapat menyelesaikan manuskrip film “Rocky”. Ia sangat gembira dengan manuskripnya tersebut, karena dalam pikirannya ia tahu bahwa manuskrip tersebut akan menjadi sebuah film yang akan mengubah hidup dan nasibnya.Namun, pada saat ia mulai menjual manuskripnya, semua orang berkata bahwa jalan ceritanya terlalu mudah ditebak dan tidak ada orang yang mau menonton film tinju. Sementara kebanyakan orang akan menyerah pada titik ini, namun Stallone tahu bahwa jika ia punya komitmen untuk melakukan apapun, ia akan menemukan jalannya. Dan seperti yang saya ceritakan kisah Rocky di Rahasia #13: Kekuatan sebuah Cerita, Stallone telah berhasil mencapai impiannya.Pada waktu film Rocky diluncurkan dan mencapai box office, film ini mampu menghasilkan uang $171 juta dan dinominasikan untuk sepuluh academy awards. Spontan Sylvester Stallone melesat menjadi terkenal sebagai bintang laga. Tawaran main film segera membanjir, seperti: First Blood, Rambo, dan sekuel Rocky. Kesuksesan Stallone terjadi berkat fakta bahwa baginya menjadi aktor adalah sebuah keharusan. Ia percaya bahwa jika kita betul-betul punya komitmen, maka akan selalu ada jalan!Pesan AR tentang topik ini:“Perubahan bukanlah masalah kemampuan, tapi masalah KEMAUAN dan MOTIVASI.Kalau anda belum berubah, anda hanya belum menemukan alasan yang kuat untuk berubah (pain). Kalau anda percaya berubah sekarang, hasil nantinya akan massive pleasure. Bila saya tidak berubah sekarang, maka SAYA MATI, mau tidak mau saya pasti berubah sekarang. Alasan orang berubah adalah menghubungkan PAIN (kesedihan) dengan tidak berubah. Dan menghubungkan PLEASURE (kesenangan) dengan membuat perubahan. Setelah Anda memutuskan untuk berubah, miliki KOMITMEN 100 persen dan lakukan apa saja yang bisa anda lakukan untuk mencapai impian anda.”Benarkah?




Sumber : Markus Tan (Life Management Institute), Jl. Bratang Gede I/46 Surabaya.

Keterikatan Karyawan Indonesia Capai 64%



JAKARTA - Keterikatan (engagement) karyawan Indonesia mencapai 64 persen lebih tinggi dibandingkan Jepang sebesar 39 persen. Hal ini menjadi faktor utama pendorong pencapaian performa keuangan perusahaan."Engagament karyawan yang tinggi dan loyalitas yang besar menjadikan karyawan itu lebih fokus dan bertanggung jawab pada sasaran perusahaan," kata Managing Consultant Watson Wyatt, Lilis Halim saat membacakan hasil survei WorkAsia 2007/2008 tentang "Keterikatan Karyawan Dengan Kesuksesan Bisnis" di Jakarta, Selasa (20/11/2007).Lilis mengatakan, keterikatan karyawan ini akan berdampak pada kinerja perusahaan dan pelaku industri. Perusahaan-perusahaan itu, lanjut dia, akan menikmati retensi yang lebih tinggi, sehingga biaya pelatihan dan rekrutmen menjadi lebih murah. Dengan demikian produktivitas perusahaan menjadi meningkat.Menurut dia, tingkat keterikatan karyawan Indonesia mencapai 64 persen, tidak jauh berbeda dengan keterikatan karyawan di Australia sebesar 65 persen, China 67 persen, dan Hong Kong 68 persen. Sementara tingkat keterikatan karyawan tertinggi terjadi di India sebesar 78 persen, sedangkan terendah terjadi di Jepang sebesar 39 persen. "Khusus di Indonesia, tiga faktor pendorong tingkat keterikatan karyawan adalah fokus kepada pelanggan, komunikasi serta kompensasi dan benefit," katanya.Meski demikian, kata Lilis, sebagian besar karyawan di Indonesia memiliki tingkat kepuasan terhadap kompensasi yang rendah yakni 51 persen. Demikian halnya dengan tingkat komunikasi dengan manajemen. "Sehingga dapat disimpulkan bahwa alasan terbesar karyawan untuk pindah ke perusahaan lain karena tawaran kompensasi yang lebih baik," terangnya.Sementara Project Manager Watson Wyatt Indonesia, Michael Sutanja mengatakan, sebaiknya perusahaan lebih mengedepankan program retensi yang spesifik untuk setiap kelompok karyawan. Pasalnya, kata dia, masing-masing karyawan memiliki keinginan dan pendapat yang berbeda terhadap sesuatu yang dapat membuat mereka bertahan atau meninggalkan perusahaan tersebut.Michael mengatakan, survei WorkAsia dilakukan di 11 negara Asia Pasifik, termasuk di Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Jepang, India, dan Australia.
(Whisnu Bagus / Sindo / mbs)

WAHANA PENGEMBANGAN PENDIDIKAN, MASYARAKAT DAN WILAYAH


Pengertian


Kinerja : Terjemahan dari bahasa Inggris Performance - Tampilan berupa proses dan hasil kerja yang dapat diamati dan diukur - Kemampuan yang diwujudkan dalam bentuk proses dan hasil kerja oleh karyawan

Manajemen : Adopsi dari bahasa Inggris management yang berarti pengelolaan- Daya upaya untuk menggunakan sumber daya secara efektif, efisien dan produktif untuk mencapai tujuan organisasi melalui proses perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian

Manajemen Kinerja : Daya upaya untuk meningkatkan kemampuan dan mendorong karyawan melalui berbagai cara agar bekerja dengan penuh semangat, efektif, efisien dan produktif, sesuai dengan proses kerja yang benar agar mencapai hasil kerja yang optimal

Tujuan Manajemen Kinerja :- Untuk meningkatkan kemampuan dan mendorong karyawan agar bekerja dengan penuh semangat, efektif, efisien dan produktif serta sesuai dengan proses kerja yang benar sehingga diperoleh hasil kerja yang optimal.

Alasan dibutuhkannya manajemen kinerja :
- Setiap karyawan ingin memiliki penghasilan yang tinggi
- Setiap karyawan ingiin memiliki keahlian sesuai bidangnya
- Setiap karyawan ingin berkembang karirnya
- Kewajiban bagi pimpinan untuk meningkatkan penghasilan karyawan
- Kewajiban bagi pimpinan untuk meningkatkan kinerja karyawan- Setiap karyawan ingin mendapatkan perlakuan adil atas hasil kerjanya
- Bagi yang berprestasi berhak memperoleh penghargaan dan bagi yang melanggar aturan wajib diberi sangsi
- Setiap institusi ingin bekerja secara efektif, efisien dan produktif
- Berakibat positif atau negatif tergantung dari kebijakan institusinya
- Positif bila institusi memiliki niat untuk mengembangkan SDM
- Negatif bila institusi tidak memiliki niat mengembangkan SDMIssue-issue alasan peningkatan kinerja karyawan :
- Mutu karyawan masih rendah, dilihat dari kemampuan yang dimiliki sebagai akibat dari rendahnya tingkat pendidikan, rendahnya kesempatan mengikuti pelatihan dan rendahnya etos kerja
- Mutu produk/pelayanan/ hasil kerja masih rendah

Tujuan peningkatan kinerja karyawan :
- Untuk memenuhi kebutuhan perusahaan yang menginginkan hasil kerja yang bermutu
- Untuk meningkatkan kemampuan sistem perusahaan agar efektif, efisien dan bermutu
- Untuk membantu karyawan dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja maupun kepribadiannya

Karyawan : Tenaga kerja yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak oleh institusi untuk merencanakan dan melaksanakan pekerjaan sesuai bidangnyaKaryawan sebagai investasi : Karyawan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya mensyaratkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang keahliannya.

Tugas utama karyawan meliputi pelaksanaan tugas secara konsisten dan selalu mengembangkan pengetahuan untuk meningkatkan mutu kerjanya.Keterkaitan kinerja dan profesionalitas :- Kinerja erat hubungannya dengan profesionalitas, karena orang yang professional akan memiliki kinerja yang tinggi.

Profesional :- Orang yang menyandang suatu profesi- Orang yang memiliki kinerja atau performance tinggi dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya

Tampilan profesional : Menampilkan kemampuannya dalam bentuk perbuatan (performance), bukan sekedar kata-kata, Bekerja atas dasar tugas, wewenang, dan tanggung jawab profesi untuk kepentingan dan kepuasan pelanggan, Memiliki komitmen sebagai anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya, Terus menerus mengembangkan strategi yang digunakannya dalam melakukan pekerjaan sesuai profesinya itu

Karakteristik profesional seorang karyawan : Memiliki kompetensi sesuai bidang/materi pembelajaran, Memiliki kompetensi kekaryawanan dan kependidikan, Memiliki kapasitas untuk bekerja secara mandiri, Mementingkan orang lain, Memiliki kode etik, sanksi dan tanggungjawab profesi- Memiliki sistem imbalan kerja yang memuaskan

Prinsip dasar meningkatkan kinerja : Membangkitkan motivasi dan etos kerja untuk bekerja secara professional, Meningkatkan kompetensi kerja (akademik/vokasional) melalui pendidikan, pelatihan, kelompok kerja, belajar sendiri, Meningkatkan kompetensi sosial dan personal melalui pendidikan, pelatihan, kelompok kerja, belajar sendiri, Menerapkan sistem "reward & punishment"- Menerapkan sistem imbalan yang memuaskan, Menerapkan sistem jenjang karier yang jelas

Mengapa harus membangkitkan motivasi dan etos kerja?

Apapun treatment yang diberikan bila tidak ada motivasi atau keinginan dari dalam diri sendiri maka tidak akan berhasil. Motivasi dan etos kerja merupakan sumber kekuatan yang sangat besar meskipun tidak nampak

Mengapa harus meningkatkan kompetensi karyawan : Kompetensi merupakan "sarana atau alat" bagi karyawan untuk melaksanakan tugasnya. Kompetensi merupakan "barang jualan" karyawan yang "dijual" kepada "pelanggan", dan stake holder. Kompetensi merupakan tolok ukur mutu karyawan

Standar kompetensi karyawan : - Kompetensi teknis- Kompetensi manajerial- Kompetensi pendukung (atribut)

Peningkatan kinerja melalui penilaian kinerja : Penilaian kinerja merupakan sarana untuk mengetahui/memetakan kompetensi yang dimiliki oleh karyawan. Penilaian kinerja dilakukan sebagai dasar pembinaan kinerja karyawan- penilaian kinerja merupakan sarana memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerja jabatan.

Senin, 26 Januari 2009

Pelatihan dan Pendidikan tentang HRD


Buat para lulusan baru yang ingin mendalami dan mengetahui bagaimana tips dan trik untuk memahami dunia kerja, bisa mengikuti kursus kami yang akan diadakan setiap Hari Minggu.


Silahkan klik http://www.talentamedia.com/ dan isi formulir yang tersedia.


Kursus ini bermanfaat untuk :

1. Memahami bagaimana seorang pencari kerja menghadapi pewawancara

2. Memahami jawaban yang harus dipersiapkan

3. Mempersiapkan sikap yang harus diperlihatkan pada saat wawancara


Segera gabung dan ikuti kursus yang terbatas ini. Khusus bagi 10 peserta pertama akan mendapatkan diskon 10%.


Informasi lebih lanjut bisa memberikan komentar pada blog ini.



Salam,



Feisal Assegaf

Praktisi dan Konsultan SDM


Selasa, 20 Januari 2009

Resensi Buku


The One Minute Entrepreuner
Ken Blanchard





Membaca buku ini Anda akan diajak mengikuti narasi yang tidak menjemukan, berkesinambungan antara tiap-tiap bab dengan bab sebelumnya, berdasarkan kronologi dan terdapat pont-point inti di setiap akhir bab.

Berikut adalah intisari dari buku tersebut pada masing-masing bab:

1. Membangun Fondasi yang Kokoh
Hal yang pertama yang harus diperhatikan seorang calon wirausaha adalah membangun sebuah fondasi yang kokoh, agar mampu menopang beban seberat apapun dan tidak goyah dalam menghadapi setiap goncangan dan tantangan.

Fondasi tersebut tidak lain adalah membangun kualitas pribadi.
· Bergaulah dengan orang-orang yang Anda kagumi karena itu akan memotivasi Anda untuk menjadi seperti mereka, seperti pribadi yang Anda cita-citakan.
· Catatlah setiap kebijaksanaan yang Anda temui dan intisarikan, karena itu adalah pelajaran hidup yang sangat berharga.
· Bentuklah kualitas moral Anda dengan nilai-nilai kehidupan yang kuat dan baik, tidak perlu curang untuk menang dan berfokus pada apa yang benar daripada siapa yang benar.

2. Meningkatkan Pengetahuan
Sejalan dengan membangun fondasi, hal yang harus Anda lakukan selanjutnya adalah meningkatkan pengetahuan. Meningkatkan pengetahuan ibaratnya membangun ruang di dalam cakrawala berfikir Anda, semakin besar ruangan yang Anda bangun semakin banyak pula hal yang bisa Anda tempatkan.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan dalam upaya meningkatkan pengetahuan:
· Perbanyaklah membaca buku dan berteman. Anda akan sama dari tahun ke tahun kecuali mengenai orang yang Anda temui dan buku yang Anda baca. Tidaklah penting siapa yang Anda kenal, yang terpenting adalah siapa yang mengenal Anda dan apa yang mereka pikirkan tentang Anda.
· Perbanyaklah membantu sesama. Anda akan mendapatkan apa yang Anda inginan dalam kehidupan bila membantu orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan.
· Persiapkan diri Anda, karena kesuksesan terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan.


3. Mengasah keterampilan
Salah satu hal yang tidak bisa diabaikan adalah mengasah ketrampilan. Ketrampilan bisa berupa hardskill ataupun softskill. Jika pengetahuaan diibaratkan sebuah ruang, maka ketrampilan bolehlah diibaratkan sebagai peralatan yang mengisi ruangan.

· Berikut adalah hal-hal yang bisa kita lakukan untuk mengasah ketrampilan:
· Belajarlah dari hal-hal yang bersifat dasar sebelum membangun bisnis yang sukses.
· Jaga dan tingkatkan performance Anda dan selalu bersemangat serta berkomitmen yang kuat.
· Bukalah pikiran Anda dan belajarlah rendah hati agar terbuka untuk belajar dan berkembang dalam bidang keahlian.
· Percayalah akan kekuatan pikiran. Selalu bayangkan hasil yang Anda harapkan sebelum melakukan kegiatan.

4. Membentuk Jiwa Wirausaha
Hal selanjutnya adalah membentuk jiwa wirausaha. Jiwa wirausaha ini yang akan mengenergize Anda kearah impian Anda.
Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membentuk jiwa wirausaha, antara lain:
· Jangan takut berambisi dan bercita-cita besar, karena ambisi adalah bahan bakar yang dapat menggerakkan perubahan hidup dan cita-cita adalah arah tujuan Anda.
· Temukan dan lakukan kegiatan yang Anda sukai. Dan berusahalah agar ada orang yang bersedia membayar Anda, karena jika tidak ada berarti Anda melakukan hobbi dan bukan Karier.

5. Menemukan Mitra Sejati
Tidak ada satupun orang didunia ini yang menguasai segalanya. Oleh karena itu, carilah mitra sejati untuk melengkapi dan membantu hidup Anda. Mitra disini dapat berarti pasangan hidup.
Berikut adalah hal yang bisa Anda pertimbangkan dalam memilih mitra/pasangan:
· Dalam memilih pasangan hidaup, karakter da nilai-nilai pribadi harus diutamakan dibandingkan kepribadian dan penampilan.
· Agar tercipta rumah tangga yang harmonis, terutama bila Anda berwirausaha, buatlah komitmen untuk meluangkan waktu bersama di luar waktu makan dan tidur dan selalulah bekerja secara tim.
6. Kesempatan Terbuka
Dalam hal meraih kesempatan, buku ini mengarisbawahi hal-hal sebagai berikut:
· Bercita-citalah setinggi mungkin, karena Anda tidak akan berprestasi melebihi keyakinan Anda tentan kemampuan Anda.
· Persiapkan diri Anda dalam menyambut kesempatan, baik pengetahuan, keahlian, dan sumber dana. Dan ambillah setiap kesempatan, dan jangan disia-diakan
· Menabunglah untuk memersiapkan sumber dana bagi kesempatan yang akan datang nantinya.
· Jagalah pelanggan Anda, karena mereka adalah sumber kelangsungan hidup Anda.
· Perhatikan karyawan Anda, karena merekalah yang menjalankan bisnis. Tanpa mereka tidak ada perusahaan.
7. Mengawali Usaha
Hal yang terpenting, adalah berani mengawali usaha. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengawali usaha:
· Bila tidak ingin melakukan semua pekerjaan sendirian, Anda harus mencari cara untuk menemukan sumber pendapatan baru.
· Bila Anda hanya berfokus mengendalikan biaya, bisnis Anda tidak akan pernah tumbuh.
· Jangan takut untuk meminta nasihat ketika bisnis Anda mencapai tingkatan baru.
· Anda wajib merahi laba bilaingin bertahan dalam bisnis.
8. Tantangan pertumbuhan Keuangan
Setelah Anda mendalami wirausaha, maka tantangan akan pertumbuhan keuangan akan menjadi salah satu hal yang akan terjadi. Untuk mengantisipasi hal ini, buku ini memberikan beberapa tips sebagai berikut:
· Rahasia sukses sebagai wirausaha adalah menciptakan cash dan bukan liabilitas. Oleh karena itu, lakukanlah manajemen kas yang agar Anda berhasil.
· Kas dapat dinaikkan dengan meningkatkan laba yang merupakan aplaus yang Anda terima karena melayani pelangan dan menciptakan lingkungan kerja yang memotivasi karyawan.

9. Menciptakan Layanan Legendaris
Pelanggan adalah raja. Jadi ciptakan layanan yang legendaris untuk para pelanggan. Berikut adalah tips yang dariberikan dalam buku ini:
· Carilah moment of truth dengan pelangan-pelangan Anda, untuk menciptakan jenis pengalaman yang Anda ingin mereka rasakan
· Dengarkan suara pelangan; menggali gagasan dari pelangan untuk memperbaiki pengalaman mereka dapat meningkatkan visi dan kualitas layanan perusahaan Anda
· Jangan menciptakan perusahaan bagi para bebek. Biarkan karyawan Anda terbang tinggi bagaikan rajawali untuk memberikan layanan yang hebat.

10. Membantu Karyawan Terbang Laksana Rajawali
Hal yang cukup penting adalah memotivasi karyawan dan membantu mereka untuk berkembang. Point-point berikut adalah cara untuk membantu mereka berkembang:
Pertama, doronglah mereka untuk menjadi pemimpin, dan membantu keberhasilan karyawan, bukan dengan mengkritik dan menjatuhkan mereka. Kedua, karyawan yang bersemangat dan pelanggan yang setia akan membawa kesuksesan bagi organisasi. Ketiga, bangunlah sebuah hubungan kemitraan dengan para karyawan, bukan hierarki atasan-bawahan


11. Masalah-masalah Ego

Untuk mengatasi masalah-masalah ego, berikut point-point yang bisa dilakukan untuk mengatasi:

· Sukses jangka panjang lebih dari sekedar mencapai target angka-angka
· Hubungan di kantor dan di rumah dapat memperburuk bila tidak diperlihara.
· Kekuatan yang dipakai secara berlebihan dapat menjadi kelemahan
· Jaga urutan perioritas Anda
· Usahakan agar kehidupan bisnis Anda seimbang dengn sisi kehidupan yang lain
· Selalu minta nasihat dari para mentor Anda
12. Memulihkan Keadaan
Perusahaan sebesar apapun dapat mengalami kejatuhan, seperti Lehman-Brother atupun Enron. Namun, kunci sukses adalah melewati kegagalan-kegagalan tanpa kehilangan antusiasme. Berikut adalah trik yang diberikan untuk memulihkan keadaan:
· Lebih baik dengan sabar menerapkan strategi bisnis yang mantap daripada memacu pertumbuhan secara sembrono
· Pemimpin yang buruk dapat mengarahkan Anda ke posisi yang tidak Anda inginkan
· Pemimpin yang tepat di saat yang tepat dapat ikut mengendalikan keadaan ke arah yang benar.
13. Membereskan Semuanya
· Agar hidup bahagia dan bermakna, jadilah dermawan melalui kekayaan, waktu, dan bakat Anda
· Memberi daat jau lebih membahagiakan daripada menerima
· Kita semua meninggalkan warisan, usahakanlah untuk meninggalkan warisan yang positif
· Anda tidak dapat menduga hal-hal baik yang diperoleh dari menolong dan memaafkan orang lain
Disimpulkan 20 ciri-ciri utama yang menjadi kunci sukses seorang wirausaha.
Kunci-kunci sukses tersebut adalah sebagai berikut:
Cerdik dalam mengelola Cash Flow
Memiliki tujuan
Terfokus
Pengambil risiko
Pemecah masalah
Berorientasi penjualan
Visioner
Optimistis
Berorientasi kepemimpinan
Ambisius
Inovatif
Memiliki Integritas
Adaptif
Komunikastif
Memotivasi diri
Strategis
Berorientasi tim
Memiliki tekad
Ingin tahu
Seimbang

Berapa banyak ciri-ciri tersebut ada pada Anda? Semua tergantung kepada diri Anda sendiri untuk bisa berkembang menjadi seorang Wira Usaha Sejati.

Senin, 19 Januari 2009

Menangkap Peluang


Momentum adalah sebuah kesempatan yang tidak boleh disia-siakan oleh siapa pun, termasuk karyawan.

Ada sebagian karyawan ketika diberikan tugas, menganggap bahwa hal itu justru menambah beban pekerjaan, padahal bila diamati secara mendalam, pastilah ada manfaat yang berguna buat si karyawan itu sendiri.

Paling tidak, karyawan mengetahui bagaimana menyelesaikan pekerjaan tersebut serta cara-cara apa saja yang bisa dilakukan untuk menyelesaikannya.

Dari sinilah, si karyawan bertambah pengetahuannya, karena telah menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Dan bukan tidak mungkin suatu saat ketika dia pindah bagian, atau organisasi berubah, maka itu menjadi salah satu asset yang berharga bagi si karyawan itu sendiri.

Peluang biasanya tidak akan datang dua kali. Dan kalau pun datang kembali biasanya butuh waktu lama. Ketika peluang itu datang kembali untuk yang kedua kalinya, maka proses untuk mendapatkan peluang tersebut, pasti akan dua kali lebih sulit dibandingkan dengan yang pertama

Ada beberapa alasan mengapa hal itu menjadi lebih sulit didapat :

Faktor usia……………., pada saat peluang itu muncul kembali, maka tentunya usia kita juga akan bertambah, dan ini menjadi satu kendala bagi kita bila peluang itu membutuhkan kecepatan dalam menyelesaikan, kecuali apabila kita pada saat hilangnya kesempatan yang pertama, Anda menjadi lebih baik lagi dan bertambah wawasannya.

Faktor pesaing………., Sudah pasti ketika peluang itu datang untuk yang kedua kali, pesaing-pesaing yang harus dihadapi, jauh lebih banyak dan lebih terdidik dari segi pendidikan, kecepatan maupun kemampuan intelegensinya. Artinya secara penglaman bisa saja mereka kalah dengan kita, akan tetapi secara pendidikan, kecepatan dan juga intelegensinya, mereka bisa jadi lebih baik daripada kita.

Faktor Psikologis………………,Sebagian dari karyawan, akan memandang bahwa factor ini menjadi berpengaruh dalam memperoleh peluang yang datang untuk yang kedua kalinya. Biasanya ada semacam perasaan khawatir ketika melihat para pesaing yang akan dihadapi. Dan bukan tidak mungkin si karyawan merasa kalah sebelum berperang akibat adanya perasaan semacam ini, yakni kurang ”percaya diri”.

Jadi…………., jangan biarkan peluang hilang begitu saja pada saat ada di hadapan kita, raihlah dan manfaatkan secara maksimal peluang tersebut. Jangan takut akan kegagalan, sebab dengan memanfaatkan peluang tadi, Anda akan belajar; bagaimana mengatasinya, kalau memang peluang tersebut belum mampu diraih secara maksimal.

Tidak ada istilah gagal dalam memanfaatkan peluang....... yang ada hanyalah kita belum optimal dalam mengeksplorasi potensi yang dimiliki. Ingatlah orang-orang sukses juga pada awalnya mengalami hal semacam ini.



Tips Untuk Anda,
Ambil peluang itu dan Anda pasti mendapatkan hasilnya....cepat atau lambat.



Trik Untuk Sukses
Cari strategi yang tepat untuk memaksimalkan peluang tersebut agar berhasil dengan baik.


Tanya kepada karyawan yang pernah mengerjakan dan cari apa saja kendalanya pada saat menghadapi peluang tersebut.

Minggu, 18 Januari 2009

Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Industri Batik


I. LATAR BELAKANG

Kemampuan SDM untuk berperan sebagai champion dalam menghadapi lingkungan yang berubah dengan sangat cepat dan penuh ketidakpastian, pada akhirnya akan menjadi faktor penentu apakah suatu organisasi mampu memposisikan diri untuk cenderung lead to change atau justru driven by change.
Faktor SDM perlu diposisikan agar senantiasa mampu mengkontribusi secara optimal pada rejuvenation process sehingga organisasi akan tetap aktual menjadi bagian dari dinamika lingkungannya. Sebagai konsekuensi strategis adalah, meningkatnya kebutuhan untuk melakukan pembenahan yang terencana dan berkesinambungan atas kompetensi organisasi dan kompetensi SDMnya.
Langkah strategis yang dapat ditempuh untuk melakukan pembenahan tersebut adalah dengan mengembangkan program manajemen SDM secara komprehensif, sehingga organisasi memiliki acuan pasti untuk menjawab ketersediaan dan kesiapan SDM dalam jangka pendek dan jangka panjang dalam menjawab dinamika lingkungannya.
Dalam dunia industri Batik pun, Sumber Daya Manusia berkualitas memiliki peran penting dalam memajukan industri Batik agar lebih luas lagi dari segi pemasarannya, ditunjang dengan skill yang tinggi dan kemampuan untuk menyerap pasar Internasional yang baik, maka Batik akan mampu bersaing dengan produk-produk tekstil lainnya.
Industri Batik saat ini dapat dikategorikan sebagai Industri Kreatif, sehingga penekanan terhadap kemampuan Sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor yang paling menentukan dalam persaingan di pasar domestik maupun internasional.
Bila melihat kondisi saat ini, Industri Batik di kota Pekalongan memang mengalami pasang surut, dimana beberapa tahun ke belakang, Industri Batik di Kota Pekalongan pernah mengalami kemunduran.
Namun pada saat sekarang ini, Industri Batik Pekalongan sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Hal ini ditandai dengan munculnya sentra-sentra Industri batik yang sebelumnya wilayah tersebut bukan sebagai sentra batik.

II. PEMBAHASAN
1. Sejarah Batik Kota Pekalongan
Di kota Pekalongan, industri Batik merupakan salah satu industri andalan yang menghasilkan devisa bagi kota Pekalongan. Batik Pekalongan memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan batik-batik lainnya.

Meskipun tidak ada catatan resmi mulai kapan Batik mulai dikenal di Pekalongan, namun menurut perkiraan sudah ada di Pekalongan pada tahun 1800. Bahkan menurut data yang tercatat di Deperindag , motif batik itu ada yang dibuat pada tahun 1802, seperti motif pohon kecil berupa bahan baju. Namun perkembangan yang signifikan diperkirakan terjadi setelah perang besar pada tahun 1820-1825 di kerajaan Mataram yang disebut perang Diponegoro atau perang Jawa. Dengan terjadinya perang ini mendesak keluarga keraton dan para pengikutnya banyak yang meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah Timur dan Barat .
Seiring berjalannya waktu, Batik Pekalongan mengalami perkembangan dibandingkan dengan daerah lain. Di daerah ini batik berkembang di sekitar daerah pantai, yaitu daerah Pekalongan kota, Buaran, Pekajangan dan Wonopringgo.

Perjumpaan masyarakat pekalongan dengan berbagai bangsa seperti Arab, China, India, Belanda, Melayu dan Jepang pada zaman lampau telah mewarnai pada dinamika motif dan tata warna seni batik.

Sehubungan dengan itu, beberapa jenis motif hasil pengaruh dari berbagai bangsa tersebut yang kemudian dikenal sebagai identitas Batik Pekalongan.

Motif itu yaitu Batik Jlamprang diilhami dari negeri India dan Arab. Kemudian Batik Encim dan Klengenan dipengaruhi oleh peranakan China. Batik Pagi Sore dipengaruhi oleh budaya Belanda, serta Batik Hokokai yang dipengaruhi oleh budaya Jepang.

Perkembangan budaya teknik cetak motif tutup celup dengan menggunakan malam (lilin) di atas kain yang kemudian disebut Batik memang tak bisa dilepaskan dari pengaruh negara-negara itu. Ini memperlihatkan konteks kelenturan batik dari masa ke masa.

Batik Pekalongan menjadi sangat khas karena bertopang sepenuhnya pada ratusan pengusaha kecil, bukan pada segelintir pengusaha bermodal besar. Sejak berpuluh tahun lampau hingga sekarang, sebagian besar proses produksi Batik Pekalongan dikerjakan di rumah-rumah. Akibatnya Batik Pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan yang kini terbagi ke dalam dua wilayah administratif : Kotamadya Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.

Pasang surut perkembangan Batik Pekalongan, memperlihatkan Pekalongan layak menjadi ikon bagi perkembangan batik di nusantara. Ikon bagi karya seni yang tak pernah menyerah dengan perkembangan zaman dan selalu dinamis. Kini batik sudah menjadi nafas kehidupan warga Pekalongan sehari-hari dan merupakan salah satu produk unggulan. Hal itu disebabkan banyaknya industri yang menghasilkan produk Batik.

Karena terkenal dengan produk Batik, maka Pekalongan dikenal sebagai Kota Batik. Julukan ini datang dari suatu tradisi yang cukup lama berakar di Kota Pekalongan. Selama periode panjang itulah aneka sifat, ragam kegunaan, jenis rancangan, serta mutu batik ditentukan oleh iklim dan keberadaan serat-serat setempat, faktor sejarah, perdagangan dan kesiapan Sumber Daya Manusia yang berada di sekitar wilayah tersebut dalam menerima paham serta pemikiran-pemikiran baru.


2. Data Kependudukan Kota Pekalongan :

a. Penduduk

Kesejahteraan penduduk merupakan sasaran utama dari pembangunan sebagaimana tertuang dalam GBHN. Pembangunan yang dilaksanakan adalah dalam rangka membentuk manusia Indonesia seutuhnya. Untuk itu Pemerintah telah melaksanakan berbagai usaha dalam rangka memecahkan berbagai masalah kependudukan. Usaha-usaha yang mengarah pada pemerataan penyebaran penduduk telah dilaksanakan

Pemerintah dengan cara transmigrasi. Sedangkan usaha untuk menekan laju pertumbuhan penduduk telah dilakukan Pemerintah dengan Program KB (Keluarga Berencana) yang dimulai awal tahun 70-an.

Jumlah penduduk Kota Pekalongan pada tahun 2004 adalah 264.932 jiwa , yang terbagi atas 100.983 atau sekitar 49,44 % penduduk laki-laki dan 133.949 atau sekitar 50,56 % penduduk perempuan. Sedangkan banyaknya rumah tangga adalah 66.092.

Kepadatan penduduk di Kota Pekalongan cenderung meningkat seiring dengan kenaikan jumlah penduduk. Rasio ketergantungan (Dependency Ratio) Kota Pekalongan cukup kecil, disebabkan karena jumlah penduduk usia 15-64 tahun jauh lebih besar dari pada penduduk usia 0 – 14 tahun dan 65 tahun keatas.

b. Ketenagakerjaan

Penduduk Usia Kerja didefinisikan sebagai penduduk yang berumur 10 tahun ke atas. Mereka terdiri dari “Angkatan Kerja” dan “Bukan Angkatan Kerja”. Proporsi penduduk yang tergolong “Angkatan Kerja” dikenal sebagai Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). TPAK menurut umur mengikuti pola huruf U terbalik. Angka ini rendah pada umur-umur muda (karena sekolah). Kemudian naik sejalan dengan kenaikan umur sampai mencapai puncaknya pada umur 40 – 44 tahun dan selanjutnya turun lagi secara perlahan pada umur- umur berikutnya (antara lain Karena pensiun dan mencapai usia tua sekali).

Di Kota Pekalongan pada tahun 2004 kebanyakan dari pekerja bekerja di sektor industri yang sebagian besar merupakan industri batik. Dalam tabel di bawah ditampilkan data lengkap mengenai banyaknya pekerja menurut jenis kelamin dan lapangan pekerjaan dan juga banyaknya pencari kerja baru yang mendaftarkan diri di Kantor Tenaga Kerja Kota Pekalongan tahun 2004.


Parameter Kinerja Manajemen SDM


Apa yang kita ketahui secara umum yang berkaitan dengan apa yang disebut dengan manajemen kinerja korporasi, dalam hal ini dapat kita ringkaskan sebagai berikut :

Pertama, pimpinan puncak menerima rumusan secara baik dan mengkomunikasikan strategi bisnis dengan satu fokus khusus ;

Kedua, ada tiga esensi strategic fokus yaitu biaya, pelayanan, dan produk.

Ketiga, pimpinan puncak menerima kedalam 10 s/d 30 % sebagai kesatuan yang mencakup katagori kinerja misalan kepuasan pegawai, kepuasan pelanggan, produktivitas, dan inovasi, hasil-hasil keuangan.

Keempat, pimpinan puncak memahami kesenjangan antara organisasi, teknologi dan arsektur proses, hal tersebut setiap unsur akan terkait kinerja perusahaan.

Kelima, pimpinan puncak penugasan semua aktivitas dari atas kebawah dalam organisasi.

Keenam, pimpinan puncak mengkontrol semua proses, termasuk penugasan kepada individu dan atau kelompok, mereka menelurusi soal yang berkaitan dengan biaya, siklus waktu, penyesuaian standard, kuantitas kualitas ukuran target.

Ketujuh, pimpinan puncak mengembangkan gambaran kinerja individual yaitu mencalkup semua aktivitas dengan rencana bisnis atau strategi ; ukuran kinerja pegawai versus balanced scorecard ; kerangka kerja secara umum sehubungan dengan adanya kedudukan pekerjaan yang sama ; meningkatkan dialog yang terkait dengan konstrubusi individu terhadap bisnis yang terkait kedalam pemanfaatan waktu penilaian kinerja.

Kedelapan, pimpinan puncak terkait laporan pertanggungan jawab untuk membangun dan memakai strategi yang difokuskan, scorecards, proses ukuran dan profil kinerja individual.

Bertitik tolak dari gambaran umum yang dikemukakan diatas, maka dibawah ini akan diungkapkan secara sepintas yang berkaitan dengan pelaksanaan dari manajemen kinerja sbb. :

Pertama, strategic fokus yang terkait dari keseluruhanpikiran mengenai mengukur kinerja :Strategik fokus adalah fokus terutama yang dapat diungkapkan disini secara sederhana adalah yang berkaitan dengan 1) cara mendorong perusahaan memasarkan produk dan jasa ; 2) menentukan bagaimana mengalokasi sumber daya dan mengariskan segala sesuatu dari ukuran-ukuran kinerja kepada inisiatip korporate yang lebih luas.
Ada tiga stategic fokus yaitu 1) fokus biaya adalah berkaitan dengan pemimpin biaya terendah atas produk standard untuk pelanggannya, oleh karena itu fokus menjadi daya dorong oleh keunggulan operasional ; 2) fokus produk tidak menekankan biaya yang terendah, tapi produk baru yang terus berkembang ; 3) fokus pelanggan menekankan kepada pelayanan kepada pelanggan kedalam klas dunia.

Strategik fokus berkaitan dengan seluruh pengukuran kinerja yang akan mencakup 1) mencoba seluruh pemikiran terhadap menusia ; 2) menekankan kepada manajer berkaitan dengan hasil keuangan ; 3) menekan terhadap biaya taklangsung ; 4) mendorong kemampuan untuk bersaing ; 5) memahami atas kesalahan paham antara kepentingan pelanggan dengan pembat analisis.
Dengan memperhatikan pemikiran diatas, maka umumnyasemua perusahaan memiliki 1) teknologi arsetektur ; 2) organisasional arseitektur ; 3) roses arsetektur.

Kedua, menciptakan dan melaksanakan suatu strategi :Untuk mendukung strategi bisnis, maka diperlukan suatu rumusan strategi kedalam proses dari atas ke bawah. Dimana proses dimulai dengan menciptakan rencana strategi secara menyeluruh, sehingga diperlukan tim untuk mengembangkan hal-hal yang berkaitan dengan 1) penuntun analisis situasi yang sedang berjalan ; 2) menentikan rencana orizontal ; 3) menentukan lingkungan yang berpengaruh ; 4) identifikasi faktor kunci sukses ; 5) analisis kesenjangan ; 6) rumuskan visi ; 7) kembangkan strategi bisnis ; ciptakan balanced scorecard ; 9) identifikasi taktik dan inisiatip ; 10) melaksanakan strategi.

Ketiga, struktur organisasi :Untuk menukung strategi bisnis, diperlukan kejelasan komponen dalam struktur organisasi yang berkaitan dengan 1) komunikasi ; 2) core kompetensi ; 3) intelegen kompetisi ; 4) keahlian teknis ; 5) kapabilitas organisas ; 6)kontrol administratip ; 7) sistem pengukuran kinera termasuk scorecard korporate ; manajemen kinerja ; 9) sistem dan kebijakan sumber daya manusia ;10) struktur organisasi ; 11) sistem bisnis ; 12) rencana bisnis tahunan ; 13) sistem keuangan ; 14) budaya perusahaan.

Keempat, arsitektur teknologi :Secara teori atas pengelolaan penugasan akan mencakup hal-hal yang berkaitan dengan 1) teknologi informasi ; 2) teleponi ; 3) teknologi operasi dan pabrikasi ; 4) aplikasi ; 5) teknologi desk-top ; 6) sistem manajemen pengetahuan.

Dengan memperhatikan hal-hal diatas, maka manajemen sistem informasi dibangun berkaitan biaya dengan pertimbangan alasan yang mencakup 1) manfaat biaya dari sistem baru pada dasarnya tidak mungkin terjadi begitu saja dengan kaiatan ketelitian, tetapi harus dilakukan ; 2) tidak ada kepuasan yang dapat dicapai sejalan dengan pengukuran kinerja ; 3) tingkat kesalahan masih begitu tinggi, adakalanya bisa mncapai 70 % atau lebih ; 4) pertumbuhannya menunjukkan menjadi kancau, tidak terkontrol, tidak siap ; 5) para pemimpin MIS sering mendorong sistem baru melalui perusahaan dengan pikiran yang sederhana.

Agar supaya berkontribusi pada semua lingkungan, para pemimpin harus mengembangkan dan melaksanakan IT dengan perubahan pikiran kedalam 1) mencakup strategik , korporasi dan sasaran bsinis untuk semua IT ; 2) diperlukan analisis resiko dari implementasi IT untuk implementasi korporasi baru ; 3) diperlukan analisis manfaat biaya untuk setiap pemimpin yang meminta perubahan IT ; 4) mengembangkan standard, secara cepat modifikasi laporan ; 5) peran semua pimpinan bertanggung jawab untuk pemakaian perubahan model untuk setiap IT yang baru.

Kelima, arsitektur proses :Arsitketur proses adalah suatu rantai nilai dari organisasi dimana secara kolektip proses dapat dipergunakan terhadap 1) pemahaman bagaimana organisasi dioperasikan dan apa aktivitas yang menambah nilai ; 2) identifikasi biaya dari aktivitas kunci ; 3) membandingkan organisasi terhadap indentifikasi diferensiasi sumber daya.
Komponen utama dari arsitektur proses menyangkut rantai nilai yang terdiri dari 1) aktivitas utama yang secara langsung terlibat dalam penciptaan dan penyerahan dari produk jasa utama ; 2) dukungan aktivitas yatu kedalam dukungan dari aktivitas utama ; 3) langkah-langkah dalam pengembangan rantai nilai adalah a) ciptakan peta hubungan ; b) kaji ulang aktivitas utama dan dukungan ; c) ciptakan suatu rantai nilai pendahuluan, berjalan, terhadap pelanggan dan dukungan kepada pemasok ; 4) siapkan diagram layout, seharusnya a) kaji ulang dukumentasi yang ada ; b) dukumen layout yang ada ; c) secara strategik prioritas masalah layout ; d) identifikasi peluang untuk perbaikan.

Keenam, scorcard ( atau balanced) korporasi :Scorecard korporasi alat mengukur dari pencapaian dari strategi bisnis, mengkomunikasikan strategi secara langsung, serta yang berkaitan dengan membangun ukuran-ukuran kunci kinerja dan target-target kinerja pada semua tingkat organisasi.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka perlu dipahami dengan hal-hal yang berkaitan mengenai 1) mengapa scorecard menjadi sesuatu kebutuhan (histories vs persfektif ; fokus manejerial yang besar atas ROA ; menekankan permodalan intensif ; didorong oleh kesuksesan keuangan atau mungkin kegagalan ; melihat neraca tidak comprehensive ; mengarah pertumbuhan)
Oleh karena dperlukan pemahaman persfektif scorecard yang menyangkut 1) kepuasan pelanggan ; 2) kepuasan pegawai ; 3) kinerja keuangan ; 4) kinerja operasional ; 5) kualitas produk / jasa ; 6) kinerja para pemasok ; 7) keamanan / lingkungan / tanggung jawab umum.

Ketujuh, proses perencanaan bisnis :Mengapa banyak pemimpin senior sesungguhnya memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan proses perencanaan bisnis yaitu 1) gambaran rencana bisnis secara formal dengan kreatifitas ; 2) mereka tidak menginginkan secara rinci karena akan ada perubahan bahkan mungkin saja setiap minggu ; 3) terlalu banyak pemimpin berpikir taktis karena berpikir mingguan bukan untuk satu kwartal.

Sumber-sumber informasi rencana bisnis melalui kerangka pikir yaitu scorecard analisis kesenjangan kedalam 1) meneliti lingkungan 2) analisis umpan balik pelanggan, menghasilkan analisis kesenjangan organisasi , menghasilkan rencana bisnis berdasarkan aktivitas.

Dalam tahun 1980, kita mengenal yang disebut dengan ABC (activity-based costing) yang selanjutnya berkembang yang disebut dengan ABM (activity-based management) dimana model dilola menjadi lbih baik karena 1) banyak pemimpin memanfaatkan scorecard analisis kesenjangan sebagai pemikiran yang lbih luas dan melihat lebih dalam bisnis ; 2) selanjutnya pemimpin mengembangkan atas dasar ABC dalam mengelola sebelum mereka mendapatkan hasil yang diinginkan ; 3) para pemimpin yang sama memakai persfektif kedalam rencana bisnis seperti yang termuat kedalam scorecard dengan cara ini untuk menghindari kesalah pahaman atas dukumen berbeda.

Kedelapan, proses mengukur kinerja :Proses adalah serangkaian aktivitas untuk tranformasikan input menjadi output produk dan jasa. Oleh karena itu terdapat bentuk proses mengukur kinerja yang disebut 1) end of process ; 2) functional boundaries ; 3) major sub-products ; 4) variriances.
Apa yang anda ukur, dalam hal ini dapat diukur kedalam lima katagori yaitu 1) cycle time, 2) costs, 3) quantity, 4) quality, 5) customer user standards. Sejalan dengan pikiran tersebut dibuat apa yang disebut “standard operating procedures (SOP)”. Dalam hal ini ada yang disebut dengan konvenional SOP yang berisikan 1) deskripsi , 2) rincian prosedur, 3) issu-issu keamanan, 4) kebutuhan pemeriksaan, 5) issu-issu cek ulang, 6) informasi tambahan.
Terdapat tiga cara mengembangkan proses mengukur kinerja, dengan pendekatan yang disebut dengan 1) pemetaan proses ; 2) membuat peta aktivitas ; 3) analisis tugas. Dengan pendekatan tersebut perlu dipikirkan hal yang berhubungan dengan metoda data koleksi yang mana yang terbaik dalam mengukur kinerja. Yang terbaik dengan mengkombinasikan pendekatan tersebut.
Delepan, manajemen dan mengukur kinerja individu dan pekerjaan :Pengelolaan atas pengukuran individu dan pekerjaan merupakan satu sistem, kalaupun manajemen sumber daya manusia memilikinya haruslah dalam pemikiran sebagai sub-sistem dari sistem yang ada. Sejalan dengan itu perlu dipecahkan masalah – masalah yang berkaitan dengan penilaian kinerja.

Oleh karena itu, harus dipahami mengenai ukuran kinerja individual yang aslinya yang mana karena diperoleh dari beragam sumber, sehingga dalam merumuskanya haruslah memiliki keterkaitan satu sama lainnya yang disebut 1) corporate scorecard and strategies focus , 2) business plan, 3) process lingking individual to any process that person might touch.
Sejalan dengan pemikiran diatas, maka proses pengumulan informasi terdapat tiga cara yang disebut dengan 1) pemetaan proses, 2) membuat peta fungsional, 3) analisis tugas.(kerjasama, kedalam pengetahuan bisnis, menekankan dengan pelanggan, mengidentifikasi kecenderungan data elanggan, meningkatkan pemkaian tekologi, menjaga perjanjian dengan planggan, dukumentasi on line, terbukaan ide baru, kerja organisasi, dsb)

Dengan mmperhatikan hal-hal diatas maka dirumuskan mengenai yang terkait dengan kelompok ang difokuskan, menempatkannya dalan kesatuan, frofil kinrja, merumuskan profil istilah kinerja, mengariskan kedalam lingkaran pengelolaan kinerja, merumuskan secara rinci dari pengelolaan kinerja, mmbuat pedoman untuk perbaikan penilaian dari kinerja.

Sabtu, 17 Januari 2009

Kenapa Seseorang Tidak Dapat Mencapai Posisi PUNCAK


Salah satu penyebab seseorang tidak berkembang dan tidak mencapai posisi puncak adalah hanya sekedar hambatan pribadi. Banyak orang berbakat mengabaikan talentanya. Dengan mengabaikan talentanya mereka memperlihatkan kepada orang lain bahwa mereka tidak dapat berkontribusi. Alasan kedua mengapa seseorang tidak dapat memaksimalkan talentanya adalah penundaan. Besok adalah jawaban klasik untuk menyimpan enerji Anda. Alasan lainnya adalah kekhawatiran. Kebanyakan orang tidak percaya bahwa kegagalan merupakan peristiwa, bukan kasus pribadi. Mereka ingin aman dengan tidak berbuat apa-apa. Alasan keempat adalah kurang tanggungjawab. Mereka cenderung mengerjakan hal lain dan menyalahkan orang lain untuk suatu kesalahannya.Kata yang paling mengecilkan hati seperti misalnya “Saya tidak punya waktu”, “Saya tidak punya uang”, “Saya tidak punya teman”, “Saya tidak punya kepercayaan diri” hanya merupakan alasan. Waktu, uang, teman, kepercayaan diri – mereka tidak datang dengan sendirinya. Anda wajib mencari dan mengeksplorasi di keliling Anda.Temukan orang sukses di sekitar Anda - cari tahu riwayatnya. Tidak seorang pun dapat menang tanpa kerja keras, disiplin dan networking, apa pun yang mereka lakukan. Kenyataan ini bersifat universal. Temukan mereka, bicara dengan mereka, gali latar belakangnya dan pengalamannya, belajar dari mereka dan cari tahu bagaimana mereka bisa menggali talentanya.Saya tidak tahu siapa Anda.Saya tidak tahu apa yang mereka perbuat.Saya tidak tahu apa yang coba Anda katakan dan lakukan.Saya tidak tahu apakah pembicaraan kita menyita waktu saya.Saya tidak tahu mengenai Anda.Mengapa saya harus peduli terhadap Anda?“Sangat menyesal saya tidak punya waktu untuk Anda”Katakan siapa Anda dan apa yang Anda perbuat, apa tujuan hidup Anda, apa yang merupakan keuntungan untuk orang lain. Tunjukkan Anda berguna untuk orang lain, Anda peduli orang lain, Anda peka terhadap lingkungan Anda. Bila Anda mempraktekkan anjuran ini, dunia terbuka lebar untuk Anda, apa saja yang Anda lakukan, kemana Anda pergi. Anda dapat mencapai puncak, seperti pepatah “The sky is the limit

MENJANGKAU POTENSI ANDA


”Memilih antara Kuliah dan Kerja”



Saya sekarang sedang kuliah di salah satu PT Swasta di Semarang. Saat ini saya memilih jurusan Komputer.

Akhir-akhir ini saya bingung dengan pilihan masa depan, setelah membaca buku-buku tentang entreuprenership/wira usaha.

Di satu sisi saat ini kesempatan kerja semakin sempit dan terbatas. Jadi bila saya tidak memulai dari sekarang untuk mencoba wira usaha maka akan menjadi sulit ke depannya.

Mohon penjelasannya ?

Dari :
Hasan Alatas (hasanalatas11@yahoo.com)
Semarang

Jawaban :

Kelihatannya Anda seorang yang memiliki kemauan untuk berkembang, punya jiwa petualang dan type orang yang kreatif dan berani mengambil resiko.

Berkaitan dengan pertanyaan al-akh Hasan, saya mencoba memberikan gambaran secara umum.

Pertama, apa yang sudah antum garap saat ini jangan dilepaskan begitu saja.

Yang kedua, usahakan agar antum juga meneruskan kuliah sampai dengan selesai, karena pendidikan sangat penting dalam membentuk pola pikir seseorang.

Yang ketiga, antum bisa membuat jadwal kegiatan yang terencana dan terarah mulai dari sekarang. Misalnya pada saat ini antum kuliah dari mulai Pkl. 10.00 – 14.00 Wib, atau tergantung Dosen yang masuk pada hari itu, maka sebaiknya membuat jadwal untuk : ”Program Pengembangan Diri”

Caranya : atur waktu untuk mencari income tambahan, serta kuliah secara terpisah. Jangan lupa kebiasaan membaca buku yang sudah baik saat ini diteruskan, namun juga buku-buku pelajaran tetap menjadi prioritas antum. Konsepnya tetap harus 80 : 20. Waktu antum harus alokasikan sebanyak 80% untuk Kuliah dan 20 % untuk Nyambi Kerjaan.

Yang keempat, buat system, sehingga memudahkan untuk pengaturan antara kuliah dan nyambi, misalnya dengan membuat Portal Pribadi di Website secara jelas, mudah dibaca serta bisa dihubungi waktunya sesuai pilihan kita.

Selamat berkarya dan belajar. Jadikan hidup antum, menjadi bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

Salam Optimis,


Dari saya,
Feisal Assegaf & Partners

Selamat Datang di Talentamedia


Selamat bergabung di blog kami yang menyediakan informasi seputar Sumber Daya Manusia