
JAKARTA - Keterikatan (engagement) karyawan Indonesia mencapai 64 persen lebih tinggi dibandingkan Jepang sebesar 39 persen. Hal ini menjadi faktor utama pendorong pencapaian performa keuangan perusahaan."Engagament karyawan yang tinggi dan loyalitas yang besar menjadikan karyawan itu lebih fokus dan bertanggung jawab pada sasaran perusahaan," kata Managing Consultant Watson Wyatt, Lilis Halim saat membacakan hasil survei WorkAsia 2007/2008 tentang "Keterikatan Karyawan Dengan Kesuksesan Bisnis" di Jakarta, Selasa (20/11/2007).Lilis mengatakan, keterikatan karyawan ini akan berdampak pada kinerja perusahaan dan pelaku industri. Perusahaan-perusahaan itu, lanjut dia, akan menikmati retensi yang lebih tinggi, sehingga biaya pelatihan dan rekrutmen menjadi lebih murah. Dengan demikian produktivitas perusahaan menjadi meningkat.Menurut dia, tingkat keterikatan karyawan Indonesia mencapai 64 persen, tidak jauh berbeda dengan keterikatan karyawan di Australia sebesar 65 persen, China 67 persen, dan Hong Kong 68 persen. Sementara tingkat keterikatan karyawan tertinggi terjadi di India sebesar 78 persen, sedangkan terendah terjadi di Jepang sebesar 39 persen. "Khusus di Indonesia, tiga faktor pendorong tingkat keterikatan karyawan adalah fokus kepada pelanggan, komunikasi serta kompensasi dan benefit," katanya.Meski demikian, kata Lilis, sebagian besar karyawan di Indonesia memiliki tingkat kepuasan terhadap kompensasi yang rendah yakni 51 persen. Demikian halnya dengan tingkat komunikasi dengan manajemen. "Sehingga dapat disimpulkan bahwa alasan terbesar karyawan untuk pindah ke perusahaan lain karena tawaran kompensasi yang lebih baik," terangnya.Sementara Project Manager Watson Wyatt Indonesia, Michael Sutanja mengatakan, sebaiknya perusahaan lebih mengedepankan program retensi yang spesifik untuk setiap kelompok karyawan. Pasalnya, kata dia, masing-masing karyawan memiliki keinginan dan pendapat yang berbeda terhadap sesuatu yang dapat membuat mereka bertahan atau meninggalkan perusahaan tersebut.Michael mengatakan, survei WorkAsia dilakukan di 11 negara Asia Pasifik, termasuk di Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Jepang, India, dan Australia.
(Whisnu Bagus / Sindo / mbs)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar