Industri Televisi saat ini berkembang dengan pesat, dimulai pasca reformasi jumlah stasiun televisi menjadi 11 stasiun televisi bersiaran nasional dan 30 televisi lokal. Program-program yang dikemas pun beraneka ragam sesuai dengan segmentasi pemirsa yang menjadi target sasaran masing-masing stasiun televisi.
Yang tidak kalah pentingnya adalah peluang yang ada di sektor industri ini, dimana potensi penyerapan tenaga kerja akan semakin meningkat. Seperti diketahui bidang-bidang yang dapat dimasuki di industri televisi adalah : Management dan Administrasi, Production, Creative, Teknik, News dan Keuangan.
Tentunya bagi para pencari kerja hal ini merupakan kesempatan yang tidak boleh disia-siakan. Akan tetapi problem yang dihadapi oleh para pencari kerja, khususnya bagi mereka yang benar-benar "fresh graduate" adalah terbatasnya kemampuan teknis yang harus dimiliki pada saat memasuki dunia kerja.
Ada beberapa cara yang bisa dikembangkan untuk menjembatani problem dunia pendidikan dengan dunia kerja, diantaranya adalah dengan membuat suatu model pengembangan dan pemberdayaan yang terintegrasi antara kebutuhan industri penyiaran dengan dunia kerja.
Salah satu yang bisa ditawarkan adalah dengan memberikan pelatihan yang bersifat teknis operasional oleh masing-masing Televisi yang memiliki karakteristik berbeda. Pelatihan ini bisa dijajagi dengan menggandeng para penyelenggaran training, dimana trainernya adalah para praktisi dari industri penyiaran.
Sebagai praktisi, penulis juga pernah melakukan kunjungan ke kampus-kampus untuk mengetahui sejauh mana kebutuhan para lulusan perguruan tinggi terhadap industri penyiaran. Berdasarkan angket yang disebarkan, terdapat beberapa kebutuhan yang bersifat praktis yang diinginkan oleh para peserta workshop pada saat kunjungan di beberapa universitas, misalnya kebutuhan akan pelatihan Jurnalisme Televisi Tingkat Dasar, Kamera, dan Editing.
Bila melihat hasil di atas, sangat terlihat bahwa pada umumnya para lulusan masih membutuhkan materi-materi yang bersifat mendasar. Padahal di abad pengetahuan ini, kemajuan multi media sudah di depan mata. Ini artinya ada kesenjangan yang perlu kita penuhi agar para lulusan tersebut mampu beradaptasi secara cepat di dunia kerja.
Yang tidak kalah pentingnya adalah peluang yang ada di sektor industri ini, dimana potensi penyerapan tenaga kerja akan semakin meningkat. Seperti diketahui bidang-bidang yang dapat dimasuki di industri televisi adalah : Management dan Administrasi, Production, Creative, Teknik, News dan Keuangan.
Tentunya bagi para pencari kerja hal ini merupakan kesempatan yang tidak boleh disia-siakan. Akan tetapi problem yang dihadapi oleh para pencari kerja, khususnya bagi mereka yang benar-benar "fresh graduate" adalah terbatasnya kemampuan teknis yang harus dimiliki pada saat memasuki dunia kerja.
Ada beberapa cara yang bisa dikembangkan untuk menjembatani problem dunia pendidikan dengan dunia kerja, diantaranya adalah dengan membuat suatu model pengembangan dan pemberdayaan yang terintegrasi antara kebutuhan industri penyiaran dengan dunia kerja.
Salah satu yang bisa ditawarkan adalah dengan memberikan pelatihan yang bersifat teknis operasional oleh masing-masing Televisi yang memiliki karakteristik berbeda. Pelatihan ini bisa dijajagi dengan menggandeng para penyelenggaran training, dimana trainernya adalah para praktisi dari industri penyiaran.
Sebagai praktisi, penulis juga pernah melakukan kunjungan ke kampus-kampus untuk mengetahui sejauh mana kebutuhan para lulusan perguruan tinggi terhadap industri penyiaran. Berdasarkan angket yang disebarkan, terdapat beberapa kebutuhan yang bersifat praktis yang diinginkan oleh para peserta workshop pada saat kunjungan di beberapa universitas, misalnya kebutuhan akan pelatihan Jurnalisme Televisi Tingkat Dasar, Kamera, dan Editing.
Bila melihat hasil di atas, sangat terlihat bahwa pada umumnya para lulusan masih membutuhkan materi-materi yang bersifat mendasar. Padahal di abad pengetahuan ini, kemajuan multi media sudah di depan mata. Ini artinya ada kesenjangan yang perlu kita penuhi agar para lulusan tersebut mampu beradaptasi secara cepat di dunia kerja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar