Senin, 09 Februari 2009

Cara Membuat Laporan Industrial Relation





BASIC INDUSTRIAL RELATIONS DATA PT. TALENTAMEDIA, Tbk
Report : September 2009


Prepared by : Human Capital Management Division, Industrial Relations Department


A summary of currently available statistical data gathered from internal sources on major aspects of industrial relations in PT. Talentamedia, Tbk aimed at providing users with general information on industrial relations trends in Company and Industry. It is based mainly on secondary data obtained from the Ministry of Manpower and Transmigration (MOMT).
Contents:

I. General (PT. Talentamedia, Tbk)
Table 1: Total of employee
Table 2: Talentamedia Group Employee Based on Educational Attainment
Table 3: Employee Classification based on Directorate
Table 4: Employment Status

II. Resign Employee (PT.Talentamedia, Tbk)
Table 5 : Employee Resign based on level

III. Bipartite Bodies

IV. Tripartite Bodies

V. Company Regulations
Table 6: Content of Company Regulations

VI. Disputes Employee's

VII. Strikes
Table 7: Rate of Strikes
Table 8: Rate of Strikes Based on Trade Union Involved
Table 9: Settlement of Strikes

VIII. Employee Problem
Table 10: Comparison of Employee Problem

IX. Employers’ and Workers’ Organizations
Table 11: Accumulated number of employers’ organizations as of February 2009
Table 12: Number of Registered Trade Unions
Table 13: Membership of Three Labor Confederations

X. Minimum Wages Rates
Table 14: Comparison of Regional Minimum Wages

PANDUAN PENGISIAN PENILAIAN KARYA (Performance Appraisal)


Penilaian Karya merupakan sistem penilaian yang harus dilakukan oleh setiap atasan minimal 2 kali dalam satu tahun

Penilaian Karya berlaku untuk karyawan tetap

Wewenang penilaian dibagi dalam 2 tingkat, yaitu penilai pertama dan penilai akhir

Rekapitulasi penilaian akhir baik yang mid semester maupun akir tahun harus disetujui oleh :
· Jr. Staff, Staff dan Supervisor sampai dengan level VP
· Manager ke atas sampai Direktur Terkait.

Penambahan nilai karena penghargaan dan pengurangan nilai karena sanksi diatur sbb:
· Jasa besar (berdampak langsung pada Company Goal) tiap kali ditambah nilai 0.50 dari nilai total
· Jasa kecil (berdampak langsung pada Division Goal) tiap kali ditambah 0.10 dari nilai total
· Kesalahan berat (SP II,III) tiap kali dikurangi 0.50 dari total nilai.
· Kesalahan ringan (Lisan, SP I) tiap kali dikurangi 0.10 dari otal nilai

Jangka Waktu data yang diperhitungkan untuk penilaian adalah:
· Januari - Juni untuk semester I
· Juli - Desember untuk semester II

Formulir harus lengkap dan dikembalikan ke Human Capital Management sesuai tanggal yang ditetapkan untuk setiap tahun
· 15 Agustus - Semester I
· 18 Januari - Semester II


Apabila batas waktu yang sudah ditetapkan tidak bisa dipenuhi, akan diklasifikasikan sebagai ”D” (sama dengan nilai 2)

Setiap atasan harus menentukan masing-masing KPI (Goal Setting) pada awal tahun yang dikaitkan dengan Company Goal. Setelah ditentukan KPI-nya oleh atasan masing-masing, HCM akan meminta kepada atasan dan dikumpulkan sesuai dengan tanggal yang telah ditentukan.

Atasan (First Level Superior) akan melakukan review dengan atasannya (Second Level Superior).

Selanjutnya atasan (First Level Superior) melakukan proses ”coaching and concelling” kepada bawahannya dengan menggunakan Form Sheet, sehingga bila bawahan memberikan komentar terhadap hasil penilaian dapat dicatat pada formulir tersebut.

Setelah ”coaching & concelling” akan dilakukan review lagi dengan atasan (Second Level Superior) beserta pihak manajemen.

Bawahan baru akan menandatangani formulir penilaian secara final, setelah dilakukan proses review dengan penilai akhir (second superior), dan tidak ada revisi nilai lagi.

Contoh perhitungan akhir penilaian karya adalah sebagai berikut :
Quantitative & Qualitative, Less (-) Warning Letter, Add (+) Reward, baru kemudian Total Rating.

Apabila terjadi rotasi pada divisi lain sehingga menyebabkan perubahan di dalam rencana kerjanya, maka formulir perubahan rencana kerja wajib diisi dan ditandatangani dan disetujui oleh atasan lama dan atasan di departemen baru.

Cara perhitungan Performance Appraisal terhadap karyawan yang dirotasi atau mutasi adalah sebagai berikut :

Periode Penilaian

Penilai (atasan) lama

Penilai departemen baru
Januari – Juni
Ya
Tidak
Juli – Desember
Tidak
Ya

Apabila rotasi dilakukan pada saat baru tiga bulan menduduki posisi/jabatan tertentu, maka cara perhitungannya adalah proporsional.

Minggu, 08 Februari 2009

Cara Membuat Uraian Jabatan (Job Description)



URAIAN JABATAN

1. Kolom Identifikasi
Nama Jabatan : Telecom Affair Specialist
Divisi / Dept. : Inter Carrier Relations
Pemangku : xxxxxxxxxxxxxxx
Melapor pada : VP. Inter Carrier Relations
Tanggal : 8 – Januari - 2004
Analis : HCM
Persetujuan : Atasan 1
Persetujuan : Atasan 2

2. Tujuan Jabatan

Menjamin kelancaran operasional perusahaan dalam rangka melakukan negosiasi, lobbying dengan Telkom, Other Lisence Operator (OLO), Pemerintah (Ditjen Postel) atau pejabat terkait, khususnya yang berhubungan dengan regulasi dan interkoneksi.


3. Tanggung Jawab Utama
1. Mengembangkan kebijakan dan strategi yang ada di departemen Telecom Affairs

2. Melaksanakan fungsi liaise/penghubung dengan Telkom, Other Lisence Operator (OLO), Ditjen Postel, Instansi pemerintah dalam rangka mengantisipasi permasalahan Interkoneksi maupun Regulasi bidang telekomunikasi.

3. Menjalin dan mengembangkan kerja sama dengan pejabat pemerintah, Telkom, maupun OLO dalam rangka mengantisipasi permasalahan interkoneksi dan regulasinya.




4. Mengkoordinasi kegiatan intra departemen untuk setiap aktifitas yang berkaitan degan masalah interkoneksi dan regulasi.

Faktor Indikator Keberhasilan (Key Performance Indicator)

Tersedianya rencana kegiatan telecom affair tahunan pada bulan Januari tahun berjalan, yang disetujui manajemen.


Kontak dengan Ditjen Postel setiap dua minggu

Monthly informal meeting dengan Ditjen Postel

Monthly informal meeting dengan OLO setiap bulan.
a. Pejabat Ditjen Postel
b. ADKI Telkom
c. ADSN Telkom
d. CISC Telkom
e. Bisnis Relations Dept.
f. Inter Carrier Dept.

Terselenggaranya rapat sesuai jadwal waktu yang ditetapkan

4. Dimensi
Finansial
Anggaran kegiatan Telecom Affair sekitar Rp. 5 Milyar per tahun
Non Financial
a. 2 staff (analis kebijakan interkoneksi dan analis kebijakan regulasi pemerintah)
b. Propinsi Banten, DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Wilayah Sumatera , yang berhubungan dengan permasalahan interkoneksi dan regulasi bidang telekomunikasi : Telkom Divre I, II, III, IV, V, VI dan VII, Telkomsel, Indosat Group, Excelcom, PSN dan Operator Telekomunikasi lainnya, Ditjen Postel, Perhubungan, Dinas Intansi terkait lainnya.

5. Hubungan Kerja
Internal :
Bagian Legal – konsultasi untuk penyelesaian permasalahan regulasi dan interkoneksi.
Bagian marketing / niaga – menjadi penghubung untuk penyelesaian masalah interkoneksi atau pun regulasi dengan Telkom, OLO atau Pemerintah.
q Bagian Teknik – koordinasi dan rekomendasi untuk masalah interkoneksi.
q Bagian keuangan – approval budget program telecom relations departement.
q Cabang – koordinasi untuk penyelesaian masalah interkoneksi dan regulasi.

Eksternal :
Ditjen Postel – memberikan masukan tentang rancangan-rancangan keputusan yang akan diberlakukan khususnya masalah interkoneksi, tarif, BHP dan masalah lainnya yang berkaitan dengan industri telekomunikasi.
Dept. Perhubungan – mengadakan kontak, koordinasi dan mengajukan usulan tentang pertelekomunikasian.
Telkom – menjalin kemitraan jangka menengah dan jangka panjang untuk memperlancar proses interkoneksi.

OLO (Operator GSM) – membina kemitraan dan kerja sama untuk jangka panjang sebagai bagian dari proses penyelesaian interkoneksi.
ATSI – sebagai media untuk melakukan pendekatan kepada pemerintah


6. Wewenang
Menjadi penghubung untuk menyelesaikan permasalahan yang menyangkut bidang interkoneksi dan regulasi bidang pertelekomunikasian.

7. Spesifikasi Jabatan
Pendidikan dan pengalaman :
S 1 semua jurusan dengan pengalaman 3 tahun di bidang hubungan dengan pemerintah

Pengetahuan / Keterampilan :
Mengetahui perkembangan regulasi di pemerintahan
Memiliki ketrampilan analisa tentang perkembangan regulasi maupun industri telekomunikasi
Pengetahuan telekomunikasi & produknya
Presentation/Communication skills
Bahasa Inggris (TOEIC)
Aplikasi komputer (Microsoft Office)


Karakteristik:
Komunikatif

Kerja sama
Inisiatif
Negosiatif



8. Data Organisasi
Atasan dari atasan langsung
BOD
Atasan langsung
VP. Inter Carrier Relation
Jabatan yang setingkat dengan jabatan ini dalam organisasi Divisi yang sama
Head of Employee Relations
Jabatan ini
Telecom Affair Specialist
Jabatan bawahan langsung
Analis Kebijakan Interkoneksi dan Regulasi (bila memungkinkan untuk tahun anggaran 2004).
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, danboleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS 2: 216)

Selasa, 03 Februari 2009

Contoh Membuat Survey Opini Karyawan






Selamat Datang di Talenta Media Employee Opinion Survey 2009

Employee Opinion Survey ini memberikan kesempatan bagi Anda untuk menyampaikan pendapat terhadap berbagai aspek manajemen di Talentamedia.

Kerahasiaan:
Kerahasiaan identitas responden akan terjaga dengan baik, di mana konsultan independen telah memberikan jaminan atas kerahasiaan semua informasi yang diberikan dalam kuesioner survei.

Hasil survei ini sangat penting untuk memberikan masukan bagi pihak manajemen untuk melakukan perbaikan. Oleh sebab itu kejujuran Anda sangat kami harapkan agar masukan yang Anda berikan dapat ditindaklanjuti dengan tepat.




Terima kasih

Jakarta, September 2008




Managing Director














Petunjuk Mengisi Kuesioner


A. CARA MENJAWAB:
1. Bacalah setiap pernyataan dengan baik.
2. Berikan jawaban berdasarkan fakta sesuai pendapat pribadi masing-masing:
a. Pengalaman nyata Anda
b. Harapan Anda saat ini
c. Bukan “kata orang lain”
3. Jawablah dengan jujur dengan memilih kotak yang sesuai.
4. Jawablah seluruh nomor tanpa terlewat satupun.
5. Khusus pada bagian 2.2 diisi dengan angka 1,2, atau 3 pada kotak yang Anda pilih sebagai urutan prioritas perbaikan.
6. Berilah tanda (X) pada pilihan jawaban : 4 3 2 1
Jawaban yang salah X : 4 3 2 1
Koreksi jawaban V : 4 3 2 1


B. HAL PENTING:
1. Waktu tidak dibatasi, namun pengisian lengkap kuesioner ini membutuhkan waktu sekitar 30 menit saja.Identitas Responden bukan untuk mengenali pribadi Anda, namun digunakan untuk memastikan bahwa langkah perbaikan Manajemen kelak akan efektif diterapkan bagi segenap kelompok karyawan




Bagaimana Membuat Blog


Yuk, Membuat Blog

Oleh : Suwarjono, Mutia Nugraheni

VIVAnews - Teman-teman yang sudah sering bermain internet pasti pernah mendengar istilah blog. Blog belakangan ini sangat populer karena menjadi tempat paling mudah untuk mengenalkan diri kita ke orang lain.


Di blog, kita bisa menulis dan membuat tampilan di layar komputer sesuai dengan keinginan kita. Gratis lagi. Bagaimana bisa seperti itu ya? Ada baiknya kita lihat asal mulanya. Blog berasal dari kata weblog yang memiliki arti ‘catatan web’ atau ‘diary web’.


Blog juga sering disebut buku harian elektronik. Dalam blog, teman-teman dapat bercerita apa saja, mulai dari kegiatan di sekolah atau tempat les, hingga mempublikasikan karya-karya kalian. Jika di antara teman-teman ada yang suka menulis, tampilkan saja karya tulis kalian dalam blog, sehingga orang-orang di segala penjuru dunia dapat membacanya. Penasaran bagaimana cara membuat blog ?


Berikut tahapan cara membuat blog :


Pertama, sebelum kalian membuat blog, harus melakukan pendaftaran pada penyedia layanan blog. Salah satunya adalah www.blogger.com. Caranya, buka browser window, ketik alamat www.blogger.com. Lalu, Pilih tombol yang terdapat tulisan CIPTAKAN BLOG ANDA pada halaman web.


Kedua, isilah form dengan lengkap, kemudian tekan LANJUTKAN.


Ketiga, isilah nama blog sesuai keinginan kalian, kemudian isi form address blog (URL) untuk membuka blog jika sudah selesai. Pada form ke tiga, isi code yang ada pada gambar diatasnya ( gambar berupa perpaduan angka dan huruf). Kemudian LANJUTKAN.


Keempat, pilih template (halaman muka) yang kamu sukai. Pilih template yang kamu suka dengan cara memberi tanda titik (.) pada bawah gambar template yang ada. Kemudian klik LANJUTKAN. Nah, sekarang kalian sudah memiliki blog sendiri. Cara Posting di BlogSetelah memilih template, maka kalian akan masuk ke halaman yang bertuliskan: Blog Anda Sudah Jadi! Lalu, tekan tombol MULAI BLOGGING

Mulailah isi postingan yang akan kamu tulis, mulai dari judul postingan, juga isi postingan. Di atas tempat postingan telah tersedia tools untuk kreasi tulisan, baik tulisan miring, tebal, dan sebagainya. Setelah postingan selesai, tinggal mempublikasikannya, yaitu tekan tombol TERBITKAN ENTRI.

Jika teman-teman ingin mengubah atau menghapus postingan tulisan, pilih saja menu EDIT ENTRI. Setelah di ubah atau di hapus ulangi langkah di atas.Apabila kalian ingin melihat tulisan hasil kara sendiri di blog, caranya adalah dengan meng klik menuy LIHAT BLOG.Caranya sangat mudah kan teman-teman.


Selamat Mencoba!

Sumber : VIVAnews

Senin, 02 Februari 2009

Penghargaan kepada Karyawan


Kebanyakan para karyawan sangat mengharapkan perlakuan yang sifatnya penguatan, apakah berupa bersifat sosial atau pun pribadi. Sebagian dari karyawan malah ada yang ingin diberi pengakuan seperti pujian ketika dia melakukan pekerjaan dengan memuaskan, misalnya saja kalimat yang meluncur dari atasannya “Saya suka caramu menangani masalah itu”.


Tips untuk Atasan
Kenalilah apa yang diinginkan oleh bawahan ketika dia berharap sesuatu dari perusahaan, kemudian buatlah kejutan untuk si bawahan pada saat memberikan hadiah tersebut, misalnya memberikannya di saat waktu dan lokasi yang tepat.

Trik untuk Sukses
Jika orang menerima penguatan sosial dengan rasio empat berbanding satu (empat penguatan sosial dibanding satu penghargaan barang) dan menerima bonus barang atas perilaku mereka, bukan hasil kerjanya saja, tapi mereka juga akan menganggap sebagai suatu perwujudan simbolis apresiasi perusahaan. Jadi bonus barang berfungsi sebagai pengingat penguatan sosial yang telah mereka terima. Bonus barang mempunyai pengaruh yang besar apabila melambangkan perilaku atau hasil yang diakui.

Intinya, momentum pemberian hadiah, harus disertai dengan apresiasi yang menekankan kepada pendekatan human interest.

Selamat mencoba.

Kamis, 29 Januari 2009

Menepis Belenggu "Tidak Mungkin"


Oleh: Agus Riyanto


Banyak hal dalam kehidupan kita yang penuh misteri. Kebanyakan dari kita pun masih memeluk erat mitos "tidak mungkin" akan suatu hal yang ingin kita raih. Dalam banyak kasus, kita kadang merasa tidak berdaya dan seolah terpenjara dalam belenggu diri yang membatasi diri kita saat ini dengan diri ideal yang kita inginkan.

Percaya kepada mitos "tidak mungkin" mencerminkan ketidakberdayaan diri melihat sesuatu yang ingin kita dapatkan banyak sekali hambatannya. Dengan kata lain, kita tidak memiliki rasa percaya diri yang kokoh. Melihat tantangan, hambatan, rintangan, dan resiko gagal di depan mata membuat kita miris dan mengurungkan niat untuk bergerak maju. Hasilnya, kita hanya jalan di tempat atau tertinggal karena rival-rival atau pesaing kita telah melesat jauh.

Mitos "tidak mungkin" misalnya terjadi pada kasus yang menyatakan:
v "Ah, saya hanya anak orang miskin, mana mungkin bisa sukses...!"
v "Saya hanya lulusan dalam negeri, mana mungkin bisa menjadi top manager di perusahan ini."
v "Suara saya fals, mana mungkin bisa jadi penyanyi terkenal."
v "Saya hanya seorang pembantu rumah tangga, mana mungkin bisa menjadi penulis terkenal!"
v "Muka saya jelek, mana mungkin bisa jadi artis terkenal... Kenapa sih Tuhan menciptakan saya dengan muka seperti ini?!"
v "Saya hanya orang cacat yang malang, mana mungkin bisa menjadi orang yang berguna!"
v "Saya hanya ........, mana mungkin bisa ............!"

Demikian seterusnya. Banyak sekali alasan yang kita buat-buat dengan dalih "tidak mungkin" untuk membenarkan bahwa keadaan kita saat ini adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi. Atau dengan kata lain, kita hanya bisa pasrah menghadapi keadaan yang mungkin belum sesuai dengan kondisi ideal yang kita harapkan. Kita akhirnya percaya bahwa kita tidak bisa merubah keadaan menjadi lebih baik dengan talenta yang kita miliki. Kita bersembunyi dengan dalih "tidak mungkin" untuk menutupi kemalasan kita dalam berikhtiar dan keluar dari zona kenyamanan hidup kita. Kita takut tampil sedikit lebih beda dari kebanyakan orang di sekitar kita.

Banyak contoh yang telah membuktikan bahwa mitos "tidak mungkin" adalah ciptaan dari pikiran kita sendiri. Mereka mampu membuktikan bahwa ketidakmungkinan itu menjadi mungkin dengan kerja keras yang cerdas dan usaha yang sungguh-sungguh. Sebagai contoh misalnya:
* Bang Iwan Fals, dari namanya kita tahu ada suatu masalah dari suaranya, namun kenyataannya beliau bisa jadi penyanyi dan pemusik yang sulit ditemukan tandingannya.
* Eni Kusuma, dulunya dikenal dengan profesinya yang seorang pembantu rumah tangga, namun buktinya beliau bisa membuktikan bisa menjadi penulis terkenal dan bahkan bisa membagikan semangatnya kepada orang banyak melalui tulisan dan workshop yang ia bawakan.
* Tukul mukanya seperti itu, tidak ada yang mengatakan dia ganteng. Buktinya, beliau bisa jadi seorang entertainer papan atas negeri ini.
* Hirotada Ototake dari Jepang, tidak punya tangan dan kaki. Buktinya bisa menginspirasi jutaan orang lewat kisah hidup dan perjuangannnya yang ia tulis dalam bukunya yang terkenal, "No One's Perfect".

Dan masih banyak lagi kisah orang-orang luar biasa, yang mungkin jika keterbatasan dirinya ada pada kita, kemungkinan besar itu akan menjadi dalih kuat bagi kita untuk membenarkan ketidakberdayaan kita. Keluarbiasaan diri kita terkubur karena menganggap sesuatu di luar keadaan kita yang sekarang adalah "tidak mungkin".
Di samping mensyukuri keadaan dan nikmat hidup yang ada pada diri kita sekarang, jika masih memungkinkan bagi kita untuk meningkatkan potensi diri, bukankah itu tidak ada salahnya.


Bahkan sebuah keharusan bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas diri dan mengasah talenta agar kita bisa menjadi manusia yang lebih bermanfaat. Semakin bermanfaat diri kita bagi orang lain, semakin bermakna pula hidup kita. Sebagaimana hadits Nabi yang menyatakan, "Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia lain."
Dan yang tidak boleh dilupakan, ketika kita sudah sampai di puncak prestasi (misalnya punya perusahaan sendiri, kaya raya, disanjung banyak orang, atau berada di puncak karier), maka kita tidak boleh sombong, merasa paling hebat, paling pandai, dan perasaan paling lainnya. Kita juga tidak boleh meremehkan orang lain, menganggap yang lain tidak ada apa-apanya, hina dan tidak mungkin bisa sukses seperti kita. Jika kesombongan telah merasuk dalam dada, mudah saja bagi Allah SWT untuk mengembalikan kita pada keadaan semula. Jika Allah SWT sudah berkehendak maka tidak ada lagi yang "tidak mungkin". Semoga bermanfaat.[ar] * Drs. Waidi, MBA.Ed dulunya juga berasal dari keluarga petani yang sangat sederhana, namun sekarang bisa sukses menjadi seorang dosen, trainer, penulis, dan entrepreneur. Pernah ketika muda dulu—saat masih bukan siapa-siapa—menceritakan cita-citanya pada rekannya, beliau hanya mendapat cemoohan. Kenyataannya, rekan yang mencibirnya sekarang masih menjadi itu-itu saja, namun Pak Waidi telah melesat mengaktualisasikan dirinya yang luar biasa.