Persaingan di Industri televisi sangatlah ketat dan luar biasa tinggi kompetisinya. Tidak ada industri yang setiap hari harus selalu melihat rating agar sebuah stasiun televisi tetap mendapatkan porsi iklan dari para pengiklan, yang merupakan pendapatan dari setiap stasiun televisi.
Sebuah stasiun televisi beroperasi di industri yang sangat dinamis, karenanya kapasitas untuk bertahan hidup dan berkembang lebih baik (meningkatnya rating dan program-program siaran) merupakan salah satu karakteristik yang harus tetap dijaga oleh setiap karyawan.
Keharusan untuk berubah secara organisasional dan operasional banyak didorong oleh faktor faktor eksternal seperti persaingan ketat 11 stasiun televisi bersiaran nasional, 30 stasiun lokal serta Internet Protocol Teve yang sudah mulai dipasarkan ke masyarakat, ditambah lagi regulasi yang berubah, dimana saat ini sudah mengarah ke era digital.
Dan sebagai antisipasi menghadapi era tersebut, beberapa stasiun televisi swasta membentuk sebuah konsorsium. Ada pula yang bernaung di dalam satu Holding Company.
Perubahan-perubahan ini bersifat reaktif, dan kendali organisasi atas perubahan-perubahan ini relatif kecil.
Sebaliknya ada proaktif, yaitu perubahan yang ditimbulkan oleh tindakan-tindakan atau keputusan-keputusan yang dibuat atas pilihan organisasi/perusahaan itu sendiri.
Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana kita mengamati ketersediaan sebuah kelompok talenta/karyawan yang berkinerja sangat bagus sehingga dapat membantu implementasi perubahan dalam kategori di bawah ini :
1. Pertumbuhan Dipercepat
Selalu ada satu periode dalam perkembangan sebuah organisasi dimana kondisi pasar sedemikian rupa sehingga mendukung strategi pertumbuhan dipercepat. Ekspansi yang pesat memberi tekanan pada infrastruktur korporat, terutama aspek kapabilitas dan kompetensi modal manusia (Human Capital). Apabila ini terjadi, maka perusahaan harus mengidentifikasi karyawan-karyawan yang memiliki kemampuan dalam menangani tekanan yang semakin meningkat dan para karyawan yang dapat mengambil peran kunci dalam program ekspansi.
2. Merger dan Akuisisi
Pertumbuhan organik merupakan rute ekspansi organisasi pada umumnya. Namun percepatan pertumbuhan dapat diperoleh melalui merger dan akuisisi terseleksi.
Uji kepatutan finansial akan menjadi bagian yang sangat diperlukan dalam proses akuisisi, namun jangan lupa penting untuk menjalankan assesment modal manusia secara bersamaan dalam organisasi sasaran. Kita perlu mengintegrasikan kemungkinan perbedaaan budaya, proses dan praktek. Tetapi yang lebih penting adalah perlunya mengetahui dampak sebuah akuisisi terhadap sumber daya manusia di perusahaan yang akan diakuisisi. Kita bisa melakukan salah satu pendekatan dengan cara menciptakan sebuah tim integrasi yang tersusun atas anggota-anggota pilihan kedua organisasi.
3. Perampingan dan Penghematan
Adakalanya perusahaan dihadapi untuk melakukan perampingan karena ketatnya persaingan. Ini adalah masalah yang tidak menyenangkan, tetapi terkadang harus dilakukan. Bila jumlah karyawan harus dikurangi, harus dirancang pendekatan untuk memastikan karyawan yang berprestasi tinggi tetap dipertahankan dengan mengorbankan mereka yang berkinerja rendah atau standar. Divisi SDM dan Manajemen perlu membutuhkan perhatian khusus kepada karyawan bagus karena mereka mungkin memandang penghematan sebagai pembatasan potensi karir mereka. Karyawan type ini adalah orang-orang yang mudah mendapatkan pekerjaan di tempat lain. Pada saat-saat sulit, sangat penting untuk mempertahankan orang yang berprestasi tinggi di dalam sebuah organisasi/perusahaan.
Mereka adalah orang-orang yang nantinya paling dibutuhkan dalam menerapkan program-program survival dan pemulihan.
Sebuah stasiun televisi beroperasi di industri yang sangat dinamis, karenanya kapasitas untuk bertahan hidup dan berkembang lebih baik (meningkatnya rating dan program-program siaran) merupakan salah satu karakteristik yang harus tetap dijaga oleh setiap karyawan.
Keharusan untuk berubah secara organisasional dan operasional banyak didorong oleh faktor faktor eksternal seperti persaingan ketat 11 stasiun televisi bersiaran nasional, 30 stasiun lokal serta Internet Protocol Teve yang sudah mulai dipasarkan ke masyarakat, ditambah lagi regulasi yang berubah, dimana saat ini sudah mengarah ke era digital.
Dan sebagai antisipasi menghadapi era tersebut, beberapa stasiun televisi swasta membentuk sebuah konsorsium. Ada pula yang bernaung di dalam satu Holding Company.
Perubahan-perubahan ini bersifat reaktif, dan kendali organisasi atas perubahan-perubahan ini relatif kecil.
Sebaliknya ada proaktif, yaitu perubahan yang ditimbulkan oleh tindakan-tindakan atau keputusan-keputusan yang dibuat atas pilihan organisasi/perusahaan itu sendiri.
Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana kita mengamati ketersediaan sebuah kelompok talenta/karyawan yang berkinerja sangat bagus sehingga dapat membantu implementasi perubahan dalam kategori di bawah ini :
1. Pertumbuhan Dipercepat
Selalu ada satu periode dalam perkembangan sebuah organisasi dimana kondisi pasar sedemikian rupa sehingga mendukung strategi pertumbuhan dipercepat. Ekspansi yang pesat memberi tekanan pada infrastruktur korporat, terutama aspek kapabilitas dan kompetensi modal manusia (Human Capital). Apabila ini terjadi, maka perusahaan harus mengidentifikasi karyawan-karyawan yang memiliki kemampuan dalam menangani tekanan yang semakin meningkat dan para karyawan yang dapat mengambil peran kunci dalam program ekspansi.
2. Merger dan Akuisisi
Pertumbuhan organik merupakan rute ekspansi organisasi pada umumnya. Namun percepatan pertumbuhan dapat diperoleh melalui merger dan akuisisi terseleksi.
Uji kepatutan finansial akan menjadi bagian yang sangat diperlukan dalam proses akuisisi, namun jangan lupa penting untuk menjalankan assesment modal manusia secara bersamaan dalam organisasi sasaran. Kita perlu mengintegrasikan kemungkinan perbedaaan budaya, proses dan praktek. Tetapi yang lebih penting adalah perlunya mengetahui dampak sebuah akuisisi terhadap sumber daya manusia di perusahaan yang akan diakuisisi. Kita bisa melakukan salah satu pendekatan dengan cara menciptakan sebuah tim integrasi yang tersusun atas anggota-anggota pilihan kedua organisasi.
3. Perampingan dan Penghematan
Adakalanya perusahaan dihadapi untuk melakukan perampingan karena ketatnya persaingan. Ini adalah masalah yang tidak menyenangkan, tetapi terkadang harus dilakukan. Bila jumlah karyawan harus dikurangi, harus dirancang pendekatan untuk memastikan karyawan yang berprestasi tinggi tetap dipertahankan dengan mengorbankan mereka yang berkinerja rendah atau standar. Divisi SDM dan Manajemen perlu membutuhkan perhatian khusus kepada karyawan bagus karena mereka mungkin memandang penghematan sebagai pembatasan potensi karir mereka. Karyawan type ini adalah orang-orang yang mudah mendapatkan pekerjaan di tempat lain. Pada saat-saat sulit, sangat penting untuk mempertahankan orang yang berprestasi tinggi di dalam sebuah organisasi/perusahaan.
Mereka adalah orang-orang yang nantinya paling dibutuhkan dalam menerapkan program-program survival dan pemulihan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar