Dalam interaksi di dunia kerja, terkadang kita perlu mengetahui karakter orang agar dalam proses pembelajaran dan kerja sama tim akan lebih lancar. Honey dan Mumford, dua orang pakar psikologi dari Inggris, pada tahun 1992 menyusun sebuah angket gaya belajar yang sangat populer, kedua orang pakar ini mengelompokkan orang menurut gaya belajar yang mereka sukai :
1. Activists :
Adalah orang - orang yang melibatkan diri dalam pengalaman belajar baru. Mereka lebih berpikiran terbuka, tidak skeptis dan akan "mencoba segala sesuatu sekali". Mereka suka memadamkan kebakaran dan manajemen krisis tetapi bosan dengan pengulangan.
2. Reflectors :
Suka berdiri di belakang memikirkan pengalaman dan menilainya dari perspektif yang berbeda-beda. Mereka mengumpulkan data baik dari tangan pertama maupun tangan kedua dan lebih suka memikirkannya secara seksama sebelum membuat kesimpulan. Dalam rapat, mereka cenderung mendengarkan daripada berbicara, karena mereka perlu waktu lama untuk menata pikiran.
3. Theorists :
Adalah orang-orang yang menyesuaikan dan mengintegrasikan pengamatan mereka ke dalam teori-teori yang rumit tetapi masuk akal. Mereka mempertimbangkan segala permasalahan secara vertikal, tahap demi tahap, dan logis. Mereka juga cenderung perfeksionis yang tidak akan berhenti sampai mereka memiliki penjelasan rasional yang sesuai bagi hal-hal yang sedang mereka geluti.
4. Pragmatists :
Type orang ini senang sekali dengan segala sesuatu yang berjalan praktis. Mereka secara positif mencari ide-ide baru dan mengambil kesempatan pertama untuk uji coba dengan aplikasi. Mereka cenderung tidak sabar dengan diskusi-diskusi yang terlalu mendalam dan tidak tuntas.
Memahami individu-individu belajar adalah kunci untuk mengidentifikasi bagaimana sebaiknya mengembangkan mereka agar lebih meningkat kompetensinya atau juga kita mengetahui bagaimana sebaiknya mendidik karyawan dalam bekerja, pengetahuan produk dan jasa, isu-isu pemenuhan atau pendekatan pendekatan manajerial baru. Tentu saja anggaran pengembangan perlu ada sebagai implikasinya.
2. Reflectors :
Suka berdiri di belakang memikirkan pengalaman dan menilainya dari perspektif yang berbeda-beda. Mereka mengumpulkan data baik dari tangan pertama maupun tangan kedua dan lebih suka memikirkannya secara seksama sebelum membuat kesimpulan. Dalam rapat, mereka cenderung mendengarkan daripada berbicara, karena mereka perlu waktu lama untuk menata pikiran.
3. Theorists :
Adalah orang-orang yang menyesuaikan dan mengintegrasikan pengamatan mereka ke dalam teori-teori yang rumit tetapi masuk akal. Mereka mempertimbangkan segala permasalahan secara vertikal, tahap demi tahap, dan logis. Mereka juga cenderung perfeksionis yang tidak akan berhenti sampai mereka memiliki penjelasan rasional yang sesuai bagi hal-hal yang sedang mereka geluti.
4. Pragmatists :
Type orang ini senang sekali dengan segala sesuatu yang berjalan praktis. Mereka secara positif mencari ide-ide baru dan mengambil kesempatan pertama untuk uji coba dengan aplikasi. Mereka cenderung tidak sabar dengan diskusi-diskusi yang terlalu mendalam dan tidak tuntas.
Memahami individu-individu belajar adalah kunci untuk mengidentifikasi bagaimana sebaiknya mengembangkan mereka agar lebih meningkat kompetensinya atau juga kita mengetahui bagaimana sebaiknya mendidik karyawan dalam bekerja, pengetahuan produk dan jasa, isu-isu pemenuhan atau pendekatan pendekatan manajerial baru. Tentu saja anggaran pengembangan perlu ada sebagai implikasinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar