Manajemen talenta sesungguhnya merupakan konsep yang relatif baru, besar kemungkinan mayoritas profesional SDM belum memahami sepenuhnya proses dan praktek implementasi manajemen talenta. Mengapa demikian ? Buktinya, bila kita melihat iklan perekrutan yang dipasang oleh perusahaan-perusahaan besar, kita dapat menemukan iklan lowongan untuk posisi "Direktur Manajemen Talenta" atau "Kepala Pengembangan Manajemen Talenta", terutama bila kita lihat iklan di luar negeri. Tapi yang pasti di Indonesia masih jauh perusahaan yang memasang iklan untuk posisi spesifik di atas, paling - paling Direktur SDM atau GM. Human Resources/Human Capital.
Bila demikian halnya, maka manajemen talenta pada kondisi saat ini dimana terjadi "Talent War", mau tidak mau mesti diperhatikan. Paling tidak di Divisi Human Capital, harus sudah fokus dan perlu lebih menitikberatkan kepada orang-orang yang memiliki talenta agar bisa dipertahankan semaksimal mungkin.
Pengembangan dan implementasi strategi manajemen talenta membutuhkan investasi, yang pada gilirannya diharapkan akan memberikan manfaat. Aspek bisnis manajemen talenta didasarkan pada hubungan antara prediksi biaya dan hasil yang diharapkan.
Dalam skenario bisnis, biaya selalu dikaitkan dengan pengembalian, perhitungan pengembalian atas modal (ROI), periode pengembaliannya/pay-back period.
Memang tidak mungkin untuk menghitung besarnya manfaat strategi manajemen talenta dalam bentuk uang, tetapi tetap penting untuk mengidentifikasi besarnya biaya dan dampaknya terhadap aspek untung-rugi. Dari segi biaya, besar kemungkinan implementasi strategi manajemen talenta akan membutuhkan investasi tambahan dalam bidang-bidang :
Persoalannya adalah, sejauh mana bisnis akan dipertahankan oleh pemiliknya dalam jangka waktu lama, karena ini berkaita erat sekali untuk strategi manajemen talenta.
Bila organisasi merasa bahwa cukup dengan melakukan proses "hijacking" dalam memenuhi kebutuhannya, maka strategi ini tidak akan pernah berjalan, kecuali hanya sebatas wacana saja.
Salam,
Feisal Assegaf
Founder Talentamedia Consultant
Bila demikian halnya, maka manajemen talenta pada kondisi saat ini dimana terjadi "Talent War", mau tidak mau mesti diperhatikan. Paling tidak di Divisi Human Capital, harus sudah fokus dan perlu lebih menitikberatkan kepada orang-orang yang memiliki talenta agar bisa dipertahankan semaksimal mungkin.
Pengembangan dan implementasi strategi manajemen talenta membutuhkan investasi, yang pada gilirannya diharapkan akan memberikan manfaat. Aspek bisnis manajemen talenta didasarkan pada hubungan antara prediksi biaya dan hasil yang diharapkan.
Dalam skenario bisnis, biaya selalu dikaitkan dengan pengembalian, perhitungan pengembalian atas modal (ROI), periode pengembaliannya/pay-back period.
Memang tidak mungkin untuk menghitung besarnya manfaat strategi manajemen talenta dalam bentuk uang, tetapi tetap penting untuk mengidentifikasi besarnya biaya dan dampaknya terhadap aspek untung-rugi. Dari segi biaya, besar kemungkinan implementasi strategi manajemen talenta akan membutuhkan investasi tambahan dalam bidang-bidang :
- Akuisisi ahli manajemen talenta
- Waktu dan biaya pengembangan strategi
- Waktu dan biaya implementasi strategi
- Waktu dan biaya pengelolaan strategi
- Biaya tambahan program pelatihan spesialis
- Biaya tambahan proses seleksi dan asesmen
Persoalannya adalah, sejauh mana bisnis akan dipertahankan oleh pemiliknya dalam jangka waktu lama, karena ini berkaita erat sekali untuk strategi manajemen talenta.
Bila organisasi merasa bahwa cukup dengan melakukan proses "hijacking" dalam memenuhi kebutuhannya, maka strategi ini tidak akan pernah berjalan, kecuali hanya sebatas wacana saja.
Salam,
Feisal Assegaf
Founder Talentamedia Consultant
Tidak ada komentar:
Posting Komentar