
Rabu, 18 Februari 2009
HR sebagai "Part of Bussiness"

Selasa, 17 Februari 2009
Garis Besar Aktivitas SDM (Sumber Daya Manusia)
1. Job Analysis, aktifitas ini berkaitan dengan menghimpun informasi mengenai tugas dan tanggung jawab untuk setiap job position, dan biasanya dibakukan dalam satu bentuk / format yang disebut Uraian Jabatan.
2. Man Power Planning, biasanya kita menganalisis permintaan dari setiap divisi untuk penambahan calon karyawan, kemudian setelah itu baru diketahui perkiraan jumlah SDM yang harus dialokasikan untuk setiap divisi.
3. Recruitment, aktifitas ini biasanya dimulai dari seleksi awal yang dilakukan oleh Divisi recuritment, dan hasilnya adalah mendapatkan calon kandidat yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan.
4. Placement & Orientation, setelah kita mendapatkan kandidat yang dibutuhkan, maka tahap selanjutnya adalah melakukan penempatan dan orientasi terhadap karyawan baru.
5. Training & Development, aktifitas ini dilakukan untuk menggali potensi karyawan dan sebagai bagian dari program pengembangan karyawan sehingga pada saatnya nanti bisa mendapatkan calon-calon penerus bagi karyawan yang ada di atasnya.
6. Performance Management, aktifitas ini menggambarkan kegiatan yang menyangkut penilaian kinerja karyawan selama periode satu tahun, dan biasanya penilaian kinerja dilakukan 2 kali dalam satu tahun.
7. Compensation Management, lebih menekankan kepada aktifitas penyusunan gaji dan benefit lainnya bagi karyawan, termasuk menyusun strategi insentif bagi divisi tertentu, atau penyusunan benefit tertentu bagi level manager ke atas.
8. Employee Release/Termination, aktifitas ini menggambarkan kegiatan yang menyangkut proses pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan baik inisiatif si karyawan itu sendiri maupun atas inisiatif perusahaan.
Tips Mengelola Mitra/Perusahaan Outsourcing

Beberapa perusahaan sudah melakukan proses alih daya atas fungsi-fungsi yang ada di beberapa Divisi dengan perusahaan Outsource-nya.
Dalam perkembangan saat ini, alih daya masih sebatas pada penyediaan labor supply dan proses administrasi saja, sedangkan trend ke depan adalah melakukan sinergi dengan partner melalui apa yang dinamakan “Managed Services” secara menyeluruh.
Ketika suatu perusahaan ini melakukan managed services secara keseluruhan, maka yang harus diperhatikan adalah membuat standar yang disepakati bersama dan kemudian diimplementasikan melalui tenggat waktu yang sudah disepakati.
Dalam prakteknya, managed services belum bisa diaplikasikan untuk semua fungsi yang ada di perusahaan, beberapa fungsi utama di perusahaan, sebaiknya dikelola oleh perusahaan itu sendiri sehingga hal-hal yang sifatnya strategic masih bisa dipertahankan dan diawasi dengan baik.
Setiap perusahaan, tentunya ingin seoptimal mungkin bisa mencapai targetnya. Karena itu si perusahaan pemberi kerja kepada mitra harus membuat satu kebijakan yang jelas kepada mitranya agar hal ini bisa dijadikan pedoman untuk menjalankan fungsi-fungsi mitra sebagai perusahaan penyedia dan pengelola tenaga kerja.
Beberapa aspek yang perlu dijadikan dasar pijakan oleh mitra bisa dijabarkan oleh perusahaan pemberi order/pekerjaan, seperti :
1. Aspek Teknis
2. Aspek Pelayanan
3. Aspek Legal, dan
4. Aspek Administrasi
Penulis saat ini mengelola sekitar 7 mitra perusahaan outsource yang ada. Dari pengalaman penulis itu sendiri, metode seperti ini sangat positif bagi mitra, dimana mereka berusaha seoptimal mungkin untuk meningkatkan kinerjanya.
Feisal Assegaf
Konsultan SDM
Senin, 16 Februari 2009
Panduan utk Membuat Peraturan Perusahaan

BAB I
U M U M
Pasal 1 Pengertian…………….……………………………………………..............................7
Pasal 2 Maksud dan Tujuan………………………...…………………………………………..8
Pasal 3 Lingkup Berlaku Peraturan Perusahaan….……...................................................8
BAB II
PENERIMAAAN PENGANGKATAN DAN PENEMPATAN
Pasal 4 Syarat Penerimaan Karyawan...............................................................................8
Pasal 5 Kewenangan Mengangkat, Memberhentikan, Menaikkan/ menurunkan
Pangkat dan Memindahkan Karyawan................................................................9
BAB III
HAK DAN KEWAJIBAN
Pasal 6 Hak Perusahaan……………………………………………………………………..10
Pasal 7 Kewajiban Perusahaan…………………………………………………….………..11
Pasal 8 Hak Karyawan……………………………………………………………….……….12
Pasal 9 Kewajiban Karyawan....…………………………………………………….……….12
BAB IV
TATA TERTIB KERJA
Pasal 10 Hari dan Waktu Kerja.........................................................................................13
Pasal 11 Pencatatan Kedatangan dan Pulang Kerja........................................................13
Pasal 12 Pakaian Kerja dan Tanda Pengenal……………………………………………….14
Pasal 13 Kerja Lembur.....................................................................................................14
Pasal 14 Tidak Hadir Kerja................................................................................................15
Pasal 15 Kartu Nama........................................................................................................15
Pasal 16 Penggantian Barang Perusahaan......................................................................15
Pasal 17 Penempatan Dan Perpindahan……………………………...................................16
Pasal 18 Penilaian Prestasi Kerja……………………………………………………………...16
Pasal 19 Perjalanan Dinas…...………………………………………………………………...16
Pasal 20 Asuransi Perjalanan Keluar Negeri .………………………………………………..16
B. LARANGAN SELAMA HUBUNGAN KERJA
Pasal 21 Dengan Pihak Luar………………………………….………………………………..17
Pasal 22 Dengan Pihak Perusahaan………………………………………………………….17
C. TINDAKAN KEDISIPLINAN
Pasal 23 Sanksi – sanksi…………………………..…………………………………………..19
Pasal 24 Tindak Kedisiplinan…………….…………………………....................................19
Pasal 25 Pembelaan Terhadap Tuduhan…………………………………………………...20
BAB V
KELUHAN DAN PENGADUAN
Pasal 26 Keluhan dan Pengaduan………………….............................................21
Pasal 27 Penyelesaian Keluhan dan Pengaduan………………………………….21
BAB VI
PENGUPAHAN
Pasal 28 Pengertian Upah……....…………….......................................................21
Pasal 29 Pajak Penghasilan……….………………………… ……….................................22
Pasal 30 Penetapan Gaji…..………………………………………………………………….22
Pasal 31 Pembayaran Gaji……...…………………………………………….......................22
Pasal 32 Kenaikan Gaji………………………………………………………………………..22
Pasal 33 Upah Lembur…….…………………………………………………………………...22
Pasal 34 Upah Selama Sakit ……..…………………………………………………………...23
Pasal 35 Gaji Selama Dirumahkan Sementara……………………………………………...23
Pasal 36 Upah Selama Pemberhentian / Pemberhentian Tugas
Sementara……………………………………………………………………….…..23
Pasal 37 Upah Dalam Menjalankan Kewajiban Negara…………………………………...............................................................24
Pasal 38 Tunjangan Hari Raya Keagamaan…..…………………................... ..................24
BAB VII
JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN
Pasal 39 Jaminan Sosial Tenaga Kerja.................................................................25
Pasal 40 Asuransi Jiwa dan Kecelakaan…………………………….................................25
Pasal 41 Bantuan Perawatan Kesehatan……………………………………………….......25
Pasal 42 Bantuan Biaya Rumah Sakit………………………………….…………….......….26
Pasal 43 Bantuan Biaya Bersalin………………………….……………………..…………...26
Pasal 44 Santunan Kematian………………………………………………………………….27
Pasal 45 Koperasi Karyawan……………………………………………………….…………27
Pasal 56 Program Keluarga Berencana………………..……………………….………..….28
PELUANG UKM DI NEGARA BRUNEI
In April 1997, The Registrar of Companies and Names has at least 40,000 registered business under sole proprietorship or partnership and 2,000 companies. Almost 90 % of these are considered as small and medium enterprises(SMEs). These businesses have between 0 - 100 employees
.General Philosophy on Economic Development and Investment
" We have always welcomed foreign investment. We are ready and willing to look at suggestions from would-be investors"
While Brunei Darussalam aims for the development of industries it gives priority to ensuring the stability of the natural environment. As such, all sites are free from pollution and are ecologically well balanced. The Government philosophy is for sustainable development. Therefore, all polluting industries are banned and one of the continuing criteria for engaging any industry's participation is the impact on the environment.
Brunei Darussalam is a stable and prosperous country which offers not only excellent infrastructure but also a strategic location within the ASEAN group of countries ;
Brunei Darussalam has no personal income tax, no sales tax, payroll, manufacturing or export taxes. Approved foreign investors can also enjoy a company tax holiday of up to 8 years;
There are no difficulties in securing approval for foreign workers, ranging from labourers to managers;
The local market, while relatively small, is lucrative and most overseas investors will encounter little or no local competition;
The living conditions in Brunei Darussalam are among the best and most secure in the region.
Above all else, His Majesty’s Government genuinely welcomes foreign investment in almost any enterprise and will ensure that you receive speedy, efficient and practical assistance with all your inquiries.
Kamis, 12 Februari 2009
Resensi Buku Smart Leadership
Rabu, 11 Februari 2009
Artikel ttg Dasar Penentuan Upah Minimum

Dalam penetapan upah minimum di Indonesia didasarkan pada kebutuhan hidup pekerja lajang yang telah mengalami 2 (dua) kali perubahan yaitu pertama penetapan upah minimum yang didasarkan pada Kebutuhan Fisik Minimum (KFM) dan kedua didasarkan pada Kebutuhan Hidup Minimum (KHM).
Komponen makanan dan miniman
Komponen perumahan dan fasilitas
Komponen sandang
Komponen kesehatan dan estetika
Komponen aneka kebutuhan Dengan dasar yang terdapat dalam komponen KHM sebagi awal tujuan kebutuhan hidup layak, ternyata responden sebagian besar menyetujui jenis dan komponen yang terdapat dalam KHM hanya perlu mendapat perubahan adalah kualitas dari barang yang diajukan maupun kuantitas jumlah barang yang dibutuhkan masih perlu ditambah, begitu juga terhadap pekerja, dari hasil yang diterima paling tidak dapat menyisihkan sebesar 20% sebagai tabungan, sehingga dengan asumsi bahwa upah minimum yang akan diterima pekerja akan naik.

Feisal Assegaf, Founder Talentamedia Consultant
Mempunyai pengalaman kerja di bidang Sales, setelah itu dipindahkan ke bagian Marketing, Public Relations, Interkoneksi/Teknik, General Services, dan terakhir di bidang Sumber Daya Manusia. Prestasi yang pernah diraih sebelum akhirnya memutuskan untuk mendirikan Talentamedia Consultant antara lain :
¨ Bonus tour ke Beijing selama 5 hari dari perusahaan PT. Komselindo atas melebihi target penjualan tahun 1996.
¨ Terpilih sebagai salah satu kandidat sebagai profesional/ praktisi Public Relations dari Majalah Who’s Who Professional USA, tahun 2000.
¨ Penghargaan dari PT. Mobile-8 Telecom atas kontribusi yang signifikan terhadap Pembangunan Proyek Infrastruktur Fase I sebagai Project Manager khususnya untuk bidang Interkoneksi, tahun 2004.
¨ Penghargaan dari PT. Mobile-8 Telecom, Tbk atas kontribusi yang signifikan atas Proyek Pembuatan Standard Operational Procedure (SOP), sebagai Project Manager, tahun 2005.
¨ Mendapatkan bonus dari perusahaan atas keberhasilan dalam pembuatan Proyek Job Description, Pengembangan Komunikasi Internal Karyawan serta Pemberdayaan Karyawan, tahun 2006.
¨ Mendapatkan bonus dari perusahaan atas keberhasilan dalam Pengembangan Sistem Informasi SDM untuk karyawan Outsource dan Permanen, tahun 2007.
Saat ini sebagai Founder Talentamedia Consultant yang mengkhususkan pada Program Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Riwayat pelatihan yang pernah diikuti diantaranya Industrial Relations Training, June, 2005. (Depnaker), Human Resources Management System Training, July 2005. (Oracle), Developing Compensation Strategy 2005, Managerial Leadership Training 2006, Marketing Revolution, 2007.
Pengalaman sebagai Trainer diantaranya
Beberapa artikel yang pernah ditulis dan dimuat di media cetak antara lain :
1. K-PROSEL, PROTECTION SYSTEM PIN MODEL, FORUM MAGAZINE, 1997
2. RUBRIK KONSULTASI SELULAR, RADAR BOGOR NEWSPAPER, 1999
3. SPIRIT, LAYANAN SELULAR PALING IRIT, KOMPAS, 1999.
4. GESIT, LAYANAN PRA-BAYAR PALING IRIT, KOMPAS, 2000.
5. RUBRIK KONSULTASI SELULAR, PIKIRAN RAKYAT NEWSPAPER BANDUNG, 2000.
6. Cellular Technology in Indonesia, Sinar Glodok, Daily Newspaper, June, 7th 2001, seven pages.
7. 3G, Multi Media in the Cellular Technology, (Suara Kara Daily Newspaper), tangle 26 dan 3 Oktober 2001.
8. Analysis for the Indonesia spectrum licenses fee, (Suara Kara Daily Newspaper, tanggal, 16 January 2002).
9. Looking Cellular Technology Development, ( Kompas Daily Newspaper, February, 11th, 2002.
10. Managing crisis in the Cellular Industry, (Kompas Daily Newspaper, May, 28th, 2002).
11. Prepaid Billing Technology, (Selular, Monthly Magazine, August, 2002)
12. USO, to overcome isolated area, (Kompas, Daily Newspaper, Pebruary, 2003).
1. Marketing Public Relations, Concept and Approach in the company, years of 1998
2. Basic Principle of Public relations, years of 2000
3. Public Relations Strategy in the Cellular Industry, years of 2001.
4. Transfer Technology in the Cellular Industry, years of 2001.
5. Marketing Public Relations from A to Z, years of 2001
6. Instant Public Relations, the applications for the Cellular Industry, years of 2002.
7. Interconnection Policy Analysis in Indonesia, 2003
8. Government Relation Strategy for the anticipate OTDA, 2003
9. Universal Services Obligation, 2004
10. Industrial Relations, Strategy and Approach to Employee, years of 2005
11. Human Capital Management Blue Print, years of 2005
12. Develop Internal Communication for Employee, years of 2006.
13. Guidelines and Activity in the Human Resources Area, 2006.
14. Threat and Opportunity of the Career and Jobs, years of 2007.
15. Human Resources Development Strategy, 2007.
Selasa, 10 Februari 2009
Bersahabat Dengan Kegagalan

Namun ketika dia diwawancarai oleh Napoleon Hill kemudian diajukan pertanyaan : “Mr. Edison, apa tanggapan Anda setelah ribuan kali usaha Anda gagal untuk menciptakan bola lampu” ? Thomas menjawab; “maaf siapa bilang gagal, Saya sekarang menjadi tahu bahwa ada ribuan cara yang tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan. Dan saya juga menjadi tahu bahwa ada ribuan bahan di muka bumi ini yang tidak bisa digunakan untuk membuat bola lampu.
Thomas tidak menganggap bahwa percobaan ribuan kali yang telah dilakukan dianggap suatu kegagalan. Raja-raja kesuksesan ternyata juga raja-raja kegagalan. Contohnya, Soichiro Honda. Ia pernah membuat ring piston. Hasil karyanya itu dijual ke Toyota dan ternyata ditolak karena tidak memenuhi standar perusahaan. Apakah Dia berhenti atau menyerah? TIDAK. Dia mencoba berbagai model yang akhirnya diterima Toyota.
Begitu modelnya diterima, dia berusaha mendirikan pabrik sendiri agar mampu memenuhi permintaan Toyota. Keinginan Soichiro Honda tidak disetujui oleh pemerintah, karena ketika itu sedang dalam suasana perang. Dia tidak diberi semen oleh pemerintah. Dia menyerah ? TIDAK. Dia bersama teman-temannya justru mencari akal untuk membuat semen. Maka berdirilah pabrik milik Soichiro Honda.
Semasa perang, pabrik milik Soichiro Honda, terkena bom dua kali. Hampir semua fasilitas pentingnya luluh lantak. Dia menyerah ? TIDAK. Dia mendirikan kembali pabriknya dengan menggunakan barang-barang bekas yang ada. Tidak lama kemudian, gempa datang, kali ini, pabriknya rata dengan tanah. Cobaan berikutnya datang, krisis ekonomi setelah perang dunia kedua melanda seluruh dunia termasuk negara Jepang. Honda mengalami kebangkrutan total dan jatuh miskin. Sebagai manusia biasa, Honda pun oleng. Dia menyendiri dirumahnya beberapa saat. Tidak ingin larut lama dalam kesedihan, Honda kemudian mengikatkan sebuah mesin di sepedanya, dan jadilah Sepeda Motor. Ternyata orang-orang Jepang tertarik dengan ide Honda ini. Permintaan melonjak dan inilah cikal bakal lahirnya Honda Motor Company.
Jadi kalau Anda ingin menjadi orang hebat, maka Anda harus siap menerima kegagalan. Maka ketika kegagalan datang menerpa Anda, maka harus ditanamkan persepsi; Tuhan sedang menyempurnakan dan menguatkan hidup Anda. Kegagalan harus dihadapi bukan untuk ditakuti.
Para pemenang bukan takut dan menghindar dari kegagalan, tapi mereka berharap agar diberi kekuatan untuk menghadapi setiap kegagalan. So, bersahabatlah dengan kegagalan.
Sumber : Detik.com
Oleh : Jami Azzaini
Bagaimana Membangun Potensi Diri

Sayangnya tidak semua dari kita mengetahui potensi yang dimilikinya, sehingga ketika kesempatan itu datang, hilang begitu saja dan tidak menghasilkan manfaat positif pada diri kita.
Tips untuk Anda
Kenalilah potensi Anda sedini mungkin dengan cara mengenali kebiasaan-kebiasaan positif dan juga keinginan dalam diri kita yang tertuju kepada sesuatu yang kita senangi.
Carilah referensi dari berbagai sumber yang bisa menjadikan Anda mengenali potensi diri secara lebih dini. Temui seorang konsultan bidang karir dan potensi, kemudian bicaralah secara terbuka apa yang menjadi keinginan pada diri Anda.
Trik untuk Sukses
Konsisten dengan apa yang menjadi kelebihan pada diri Anda, jangan pernah menyerah ketika dihadapi masalah. Lihatlah peluang meskipun tantangannya sangat berat, karena dengan melihat peluang, maka fokus kita akan menjadi positif untuk berusaha memecahkan dan mencari solusinya.
Jangan lupa bangun network dengan orang-orang yang bisa menambah keyakinan pada diri Anda.
Program Pemberdayaan Karyawan

Produktivitas/Produksi/Penghargaan Kualitas ...........Suatu program yang dikemas dengan tolok ukur produktivitas karyawan. Bisa dibuat secara periodik dan disesuaikan dengan kebutuhan organisasi secara keseluruhan.
Penghargaan Saran Karyawan.........Program ini dirancang untuk mendapatkan masukan yang bersifat konstruktif dari karyawan.
Penghargaan Customer Service.........Program ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah aspek pelayanan suatu perusahaan melalui cara-cara yang memenuhi kriteria serivce excellence.
Penghargaan Pencapaian Target Penjualan.............. Program ini biasanya dibuat untuk Divisi Sales yang ingin meningkatkan penjualannya.
Penghargaan Tim/Kelompok...................... Program ini biasanya dibuat dalam rangka mencapai target organisasi yang bersifat projcet based.
Beberapa program pemberdayaan lainnya yang dapat diaplikasikan oleh perusahaan antara lain :
b.Tanggung jawab Sosial / Program Sosial
c.Hari Jadi Karyawan / Perusahaan
d.Saham / Pemilikan
e.Promosi / Tanggung Jawab / Visibilitas
f.Jalan-Jalan / Even Khusus
g.Kontes
h.Program Sistem Point
Senin, 09 Februari 2009
Meng-Update 9 Skill Manajemen HR

Bill Gates, Keunggulan, Determinasi, dan Berfikir Positif

1. Keunggulan. Sejak kecil Bill Gates sudah dikenal sebagai ahli membobol sistem keamanan komputer. Sejak SMA dan saat dia kuliah (sebelum berhenti) dia sudah melahap banyak buku bisnis dan hukum perusahaan. Dia sejak muda sudah sangat piawai dengan masalah hukum perusahaan. Sementara banyak diantara kita yang mengabaikan membaca buku dengan alasan “ah terori”. Ini adalah bantahan kepada mereka yang masih enggan untuk belajar dengan membaca buku dan produk pendidikan lainnya. Membaca buku adalah sangat bermanfaat untuk meraih sukses.
Sumber : www.motivasi-islami.com
Membuat Panduan Tata Cara Pembagian Tugas

Pasal 1
Tujuan
Sesuai dengan kebutuhan manajemen perusahaan, dengan membagikan secara jelas wewenang dan otoritas terhadap personil pada tiap-tiap tingkat jabatan, untuk mencapai delegasi wewenang dan pertanggung jawaban dan meningkatkan efisiensi kerja perusahaan.
Pasal 2
Tingkat Wewenang / Otoritas
Sesuai dengan struktur organisasi perusahaan, dibagi atas 9 (sembilan) tingkat :
Chief Executive Officer
Director
Senior Vice President
Vice President
Senior Manager
Manager
Supervisor
Staff
Junior Staff
Pasal 3
Pembagian Wewenang & Otoritas
Pembagian wewenang/otoritas untuk personil pada tiap tingkat jabatan ádalah sesuai dengan Daftar Wewenang/Otoritas.
Pasal 4
Penjelasan
Untuk permohonan pembayaran terhadap bukti-bukti transaksi yang telah disahkan sebelumnya dengan Nota Permohonan Khusus, dan/atau untuk permohonan pembayaran terhadap kontrak (Surat Perjanjian) yang telah diikat dengan persetujuan atasan sesuai dengan wewenang/otoritas, maka untuk pengesahannya cukup oleh Vice President saja, untuk meringankan beban tugas pimpinan perusahaan.
Terhadap pembayaran selain pemberian kado, sumbangan serta pinjaman sementara yang berkaitan dengan otorisator (The Authorities) sendiri, apabila telah ada ketentuan standar tarif dari perusahaan, maka prosedur pengesahannya adalah pengajuan permohonannya diwakili oleh petugas yang setingkat dibawahnya atau sekertarisnya, lalu disahkan oleh Otorisator sendiri pada kolom pengesahan.
Untuk kasus yang karena kebutuhan sebenarnya melampaui jumlah yang telah disetujui sebelumnya (termasuk jumlah uang dan kuantum), maka untuk pengesahannya harus diminta persetujuan kembali sesuai dengan prosedur pengesahannya.
Jika disebabkan lokasi kerja yang berbeda, kebutuhan tugas atau karena dinas dan cuti, otorisator boleh memberikan otorisasi sesuai dengan otoritasnya kepada petugas yang terkait untuk melakukan pengesahan. Prosedurnya adalah mengisi Nota Pemberitahuan Otorisasi, mengisi secara jelas uraian otorisasinya, sebab otorisasi dan masa berlaku, lalu disahkan oleh CEO sebagai dasar untuk pelaksanaannya. Nota Pemberitahuan Otorisasi rangkap dua, lembar ke-1 untuk Bagian Akunting, lembar ke-2 sebagai arsip dan pegangan oleh penerima otoritas. dst.....................................................
Cara Membuat Analisa Beban Kerja

AUDIT SDM (WORK FORCES ANALYSIS)
BAGIAN I
(DIISI OLEH DIVISI HUMAN CAPITAL MANAGEMENT)
1. Nama karyawan :
2. NIK :
3. Nama Jabatan :
4. Pengalaman kerja : …………..tahun ………………..bulan
5. Umur : ………………….
6. Tahun dalam jabatan ini : ………………………..
7. Riwayat pekerjaan :
Nama jabatan/pekerjaan : ………………………. Dari : ………. s/d ………..
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
BAGIAN II
(DIISI OLEH KARYAWAN)
8. Keterampilan yang dikuasai (tuliskan keterampilan yang dikuasai di bawah ini, meskipun tidak dipergunakan sekarang)
a. Keterampilan Utama :
b. Keterampilan Penunjang :
9. Peralatan /mesin/teknologi yang dikuasai penggunaannya : ……………………..............................................................................
10. Kemampuan di dalam penggunaan komputer : ........................................................................................
11. Kemampuan penggunaan teknologi lainnya : ..................................................................................
12. Kemampuan Bahasa Asing :
a. Bahasa Inggris : ..................................................
b. Bahasa Arab : ..................................................
c. Bahasa lainnya : ...................................................
13. Tugas Pokok Sekarang :
a. ..................................................................................................
b. ..................................................................................................
c. ..................................................................................................
d. ..................................................................................................
e. ..................................................................................................
14. Tugas tambahan/pendukung :
a. ..................................................................................................
b. ..................................................................................................
c. ..................................................................................................
d. ..................................................................................................
e. ..................................................................................................
15. Tuliskan semua tanggung jawab dalam hubungan dengan :
a. Peralatan kerja : ....................................................................................................................................................................................................................................................................................
b. Pengelolaan Anggaran/Dana : ....................................................................................................................................................................................................................................................................................
c. Keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja : ....................................................................................................................................................................................................................................................................................
d. Supervisi pekerja : ....................................................................................................................................................................................................................................................................................
16. Latar belakang pendidikan, kursus-kursus/pelatihan, yang berhubungan dengan keterampilan dalam bidang bisnis di perusahaan ini, meskipun tidak dipergunakan pada saat ini :
a. Perguruan Tinggi : ...............................................................................
b. Kursus-kursus :
(1) ..........................................................................................................
(2) ..........................................................................................................
(3) .........................................................................................................
c. Pelatihan jabatan :
(1) ........................................................................................................
(2) ........................................................................................................
(3) ........................................................................................................
(4) ........................................................................................................
d. Penghargaan :
(1) ..........................................................................................................
(2) ..........................................................................................................
(3) ..........................................................................................................
BAGIAN III
(DIISI OLEH YANG MENDUDUKI JABATAN MANAJERIAL)
17. Manajer Bidang : ......................................................
18. Jumlah pekerja yang dipimpin/disupervisi : ........................ orang.
19. Jenis pekerjaan yang dikelola : .......................................................
20. Jumlah total anggaran yang dikelola : .......................................................
21. Tugas-tugas dalam mengelola bawahan : .......................................................
22. Pelatihan di bidang manajemen yang pernah diikuti : ...................................................
a. ....................................................................., lamanya : ....................................
b. ......................................................................, lamanya : ....................................
c. ......................................................................, lamanya : ....................................
23. Tugas-tugas manajerial sebelumnya :
a. ......................................................................, lamanya : ....................................
b. ......................................................................, lamanya : ....................................
c. ......................................................................, lamanya : ....................................
24. Gagasan/Inisiatif Bisnis (domestik/internasional) yang dilaksanakan :
a. .............................................................................................................................
b. .............................................................................................................................
c. .............................................................................................................................
25. Pengalaman/kunjungan bisnis internasional :
a. ......................................................................., lamanya : ....................................
b. ......................................................................., lamanya : ....................................
c. ......................................................................., lamanya : ......................................
26. Komentar manajerial yang ingin disampaikan : ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
BAGIAN IV
(DIISI OLEH DIVISI HUMAN CAPITAL MANAGEMENT DENGAN MASUKAN DARI ATASAN MASING-MASING)
27. Hasil Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (Penilaian Kerja) terakhir dilampirkan : ..................................................................................................................................................................................
28. Kesiapan untuk dipromosikan (secara umum) :
a. Untuk Jabatan : ...........................................................................................
b. Alasan : .......................................................................................
29. Kelemahan/Kekurangan dalam bekerja sekarang :
a. .................................................................................................................................
b. .................................................................................................................................
c. .................................................................................................................................
30. Perlu/tidak perlu, dipindahkan dengan alasan : .................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Identitas Karyawan :
(Nama Jelas)
Tanda tangan
Tanggal
Atasan Langsung
(Nama Jelas)
Cara Membuat Laporan Industrial Relation
BASIC INDUSTRIAL RELATIONS DATA PT. TALENTAMEDIA, Tbk
Report : September 2009
A summary of currently available statistical data gathered from internal sources on major aspects of industrial relations in PT. Talentamedia, Tbk aimed at providing users with general information on industrial relations trends in Company and Industry. It is based mainly on secondary data obtained from the Ministry of Manpower and Transmigration (MOMT).
Contents:
I. General (PT. Talentamedia, Tbk)
Table 2: Talentamedia Group Employee Based on Educational Attainment
Table 3: Employee Classification based on Directorate
Table 4: Employment Status
II. Resign Employee (PT.Talentamedia, Tbk)
Table 5 : Employee Resign based on level
III. Bipartite Bodies
IV. Tripartite Bodies
V. Company Regulations
Table 6: Content of Company Regulations
VI. Disputes Employee's
VII. Strikes
Table 7: Rate of Strikes
Table 8: Rate of Strikes Based on Trade Union Involved
Table 9: Settlement of Strikes
VIII. Employee Problem
Table 10: Comparison of Employee Problem
IX. Employers’ and Workers’ Organizations
Table 11: Accumulated number of employers’ organizations as of February 2009
Table 12: Number of Registered Trade Unions
Table 13: Membership of Three Labor Confederations
X. Minimum Wages Rates
Table 14: Comparison of Regional Minimum Wages
PANDUAN PENGISIAN PENILAIAN KARYA (Performance Appraisal)

· Jr. Staff, Staff dan Supervisor sampai dengan level VP
· Manager ke atas sampai Direktur Terkait.
· Jasa besar (berdampak langsung pada Company Goal) tiap kali ditambah nilai 0.50 dari nilai total
· Jasa kecil (berdampak langsung pada Division Goal) tiap kali ditambah 0.10 dari nilai total
· Kesalahan berat (SP II,III) tiap kali dikurangi 0.50 dari total nilai.
· Kesalahan ringan (Lisan, SP I) tiap kali dikurangi 0.10 dari otal nilai
· Januari - Juni untuk semester I
· Juli - Desember untuk semester II
· 15 Agustus - Semester I
· 18 Januari - Semester II
Apabila batas waktu yang sudah ditetapkan tidak bisa dipenuhi, akan diklasifikasikan sebagai ”D” (sama dengan nilai 2)
Quantitative & Qualitative, Less (-) Warning Letter, Add (+) Reward, baru kemudian Total Rating.
Apabila terjadi rotasi pada divisi lain sehingga menyebabkan perubahan di dalam rencana kerjanya, maka formulir perubahan rencana kerja wajib diisi dan ditandatangani dan disetujui oleh atasan lama dan atasan di departemen baru.
Cara perhitungan Performance Appraisal terhadap karyawan yang dirotasi atau mutasi adalah sebagai berikut :
Periode Penilaian
Penilai (atasan) lama
Penilai departemen baru
Januari – Juni
Ya
Tidak
Juli – Desember
Tidak
Ya
Apabila rotasi dilakukan pada saat baru tiga bulan menduduki posisi/jabatan tertentu, maka cara perhitungannya adalah proporsional.
Minggu, 08 Februari 2009
Cara Membuat Uraian Jabatan (Job Description)

1. Kolom Identifikasi
Nama Jabatan : Telecom Affair Specialist
Divisi / Dept. : Inter Carrier Relations
Pemangku : xxxxxxxxxxxxxxx
Melapor pada : VP. Inter Carrier Relations
Tanggal : 8 – Januari - 2004
Analis : HCM
Persetujuan : Atasan 1
Persetujuan : Atasan 2
2. Tujuan Jabatan
Menjamin kelancaran operasional perusahaan dalam rangka melakukan negosiasi, lobbying dengan Telkom, Other Lisence Operator (OLO), Pemerintah (Ditjen Postel) atau pejabat terkait, khususnya yang berhubungan dengan regulasi dan interkoneksi.
3. Tanggung Jawab Utama
1. Mengembangkan kebijakan dan strategi yang ada di departemen Telecom Affairs
2. Melaksanakan fungsi liaise/penghubung dengan Telkom, Other Lisence Operator (OLO), Ditjen Postel, Instansi pemerintah dalam rangka mengantisipasi permasalahan Interkoneksi maupun Regulasi bidang telekomunikasi.
3. Menjalin dan mengembangkan kerja sama dengan pejabat pemerintah, Telkom, maupun OLO dalam rangka mengantisipasi permasalahan interkoneksi dan regulasinya.
4. Mengkoordinasi kegiatan intra departemen untuk setiap aktifitas yang berkaitan degan masalah interkoneksi dan regulasi.
Kontak dengan Ditjen Postel setiap dua minggu
a. Pejabat Ditjen Postel
b. ADKI Telkom
c. ADSN Telkom
d. CISC Telkom
e. Bisnis Relations Dept.
f. Inter Carrier Dept.
Terselenggaranya rapat sesuai jadwal waktu yang ditetapkan
4. Dimensi
Finansial
Anggaran kegiatan Telecom Affair sekitar Rp. 5 Milyar per tahun
Non Financial
a. 2 staff (analis kebijakan interkoneksi dan analis kebijakan regulasi pemerintah)
b. Propinsi Banten, DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Wilayah Sumatera , yang berhubungan dengan permasalahan interkoneksi dan regulasi bidang telekomunikasi : Telkom Divre I, II, III, IV, V, VI dan VII, Telkomsel, Indosat Group, Excelcom, PSN dan Operator Telekomunikasi lainnya, Ditjen Postel, Perhubungan, Dinas Intansi terkait lainnya.
5. Hubungan Kerja
Internal :
Bagian Legal – konsultasi untuk penyelesaian permasalahan regulasi dan interkoneksi.
Bagian marketing / niaga – menjadi penghubung untuk penyelesaian masalah interkoneksi atau pun regulasi dengan Telkom, OLO atau Pemerintah.
q Bagian Teknik – koordinasi dan rekomendasi untuk masalah interkoneksi.
q Bagian keuangan – approval budget program telecom relations departement.
q Cabang – koordinasi untuk penyelesaian masalah interkoneksi dan regulasi.
Eksternal :
Ditjen Postel – memberikan masukan tentang rancangan-rancangan keputusan yang akan diberlakukan khususnya masalah interkoneksi, tarif, BHP dan masalah lainnya yang berkaitan dengan industri telekomunikasi.
Dept. Perhubungan – mengadakan kontak, koordinasi dan mengajukan usulan tentang pertelekomunikasian.
Telkom – menjalin kemitraan jangka menengah dan jangka panjang untuk memperlancar proses interkoneksi.
ATSI – sebagai media untuk melakukan pendekatan kepada pemerintah
6. Wewenang
Menjadi penghubung untuk menyelesaikan permasalahan yang menyangkut bidang interkoneksi dan regulasi bidang pertelekomunikasian.
7. Spesifikasi Jabatan
Pendidikan dan pengalaman :
S 1 semua jurusan dengan pengalaman 3 tahun di bidang hubungan dengan pemerintah
Pengetahuan / Keterampilan :
Mengetahui perkembangan regulasi di pemerintahan
Memiliki ketrampilan analisa tentang perkembangan regulasi maupun industri telekomunikasi
Pengetahuan telekomunikasi & produknya
Presentation/Communication skills
Bahasa Inggris (TOEIC)
Aplikasi komputer (Microsoft Office)
Karakteristik:
Komunikatif
Inisiatif
Negosiatif
8. Data Organisasi
Atasan dari atasan langsung
BOD
Atasan langsung
VP. Inter Carrier Relation
Jabatan yang setingkat dengan jabatan ini dalam organisasi Divisi yang sama
Head of Employee Relations
Jabatan ini
Telecom Affair Specialist
Jabatan bawahan langsung
Analis Kebijakan Interkoneksi dan Regulasi (bila memungkinkan untuk tahun anggaran 2004).
Selasa, 03 Februari 2009
Contoh Membuat Survey Opini Karyawan

Employee Opinion Survey ini memberikan kesempatan bagi Anda untuk menyampaikan pendapat terhadap berbagai aspek manajemen di Talentamedia.
Kerahasiaan:
Kerahasiaan identitas responden akan terjaga dengan baik, di mana konsultan independen telah memberikan jaminan atas kerahasiaan semua informasi yang diberikan dalam kuesioner survei.
Hasil survei ini sangat penting untuk memberikan masukan bagi pihak manajemen untuk melakukan perbaikan. Oleh sebab itu kejujuran Anda sangat kami harapkan agar masukan yang Anda berikan dapat ditindaklanjuti dengan tepat.
Terima kasih
Jakarta, September 2008
A. CARA MENJAWAB:
1. Bacalah setiap pernyataan dengan baik.
2. Berikan jawaban berdasarkan fakta sesuai pendapat pribadi masing-masing:
a. Pengalaman nyata Anda
b. Harapan Anda saat ini
c. Bukan “kata orang lain”
3. Jawablah dengan jujur dengan memilih kotak yang sesuai.
4. Jawablah seluruh nomor tanpa terlewat satupun.
5. Khusus pada bagian 2.2 diisi dengan angka 1,2, atau 3 pada kotak yang Anda pilih sebagai urutan prioritas perbaikan.
6. Berilah tanda (X) pada pilihan jawaban : 4 3 2 1
Jawaban yang salah X : 4 3 2 1
Koreksi jawaban V : 4 3 2 1
B. HAL PENTING:
1. Waktu tidak dibatasi, namun pengisian lengkap kuesioner ini membutuhkan waktu sekitar 30 menit saja.Identitas Responden bukan untuk mengenali pribadi Anda, namun digunakan untuk memastikan bahwa langkah perbaikan Manajemen kelak akan efektif diterapkan bagi segenap kelompok karyawan
Bagaimana Membuat Blog
Sumber : VIVAnews
Senin, 02 Februari 2009
Penghargaan kepada Karyawan

Tips untuk Atasan
Kenalilah apa yang diinginkan oleh bawahan ketika dia berharap sesuatu dari perusahaan, kemudian buatlah kejutan untuk si bawahan pada saat memberikan hadiah tersebut, misalnya memberikannya di saat waktu dan lokasi yang tepat.
Trik untuk Sukses
Jika orang menerima penguatan sosial dengan rasio empat berbanding satu (empat penguatan sosial dibanding satu penghargaan barang) dan menerima bonus barang atas perilaku mereka, bukan hasil kerjanya saja, tapi mereka juga akan menganggap sebagai suatu perwujudan simbolis apresiasi perusahaan. Jadi bonus barang berfungsi sebagai pengingat penguatan sosial yang telah mereka terima. Bonus barang mempunyai pengaruh yang besar apabila melambangkan perilaku atau hasil yang diakui.
Intinya, momentum pemberian hadiah, harus disertai dengan apresiasi yang menekankan kepada pendekatan human interest.
Selamat mencoba.