
Bisnis alih daya saat ini semakin berkembang dengan pesat, seiring adanya permintaan dari perusahaan-perusahaan yang merasa concern untuk focus kepada core business-nya.
Beberapa perusahaan sudah melakukan proses alih daya atas fungsi-fungsi yang ada di beberapa Divisi dengan perusahaan Outsource-nya.
Dalam perkembangan saat ini, alih daya masih sebatas pada penyediaan labor supply dan proses administrasi saja, sedangkan trend ke depan adalah melakukan sinergi dengan partner melalui apa yang dinamakan “Managed Services” secara menyeluruh.
Ketika suatu perusahaan ini melakukan managed services secara keseluruhan, maka yang harus diperhatikan adalah membuat standar yang disepakati bersama dan kemudian diimplementasikan melalui tenggat waktu yang sudah disepakati.
Dalam prakteknya, managed services belum bisa diaplikasikan untuk semua fungsi yang ada di perusahaan, beberapa fungsi utama di perusahaan, sebaiknya dikelola oleh perusahaan itu sendiri sehingga hal-hal yang sifatnya strategic masih bisa dipertahankan dan diawasi dengan baik.
Setiap perusahaan, tentunya ingin seoptimal mungkin bisa mencapai targetnya. Karena itu si perusahaan pemberi kerja kepada mitra harus membuat satu kebijakan yang jelas kepada mitranya agar hal ini bisa dijadikan pedoman untuk menjalankan fungsi-fungsi mitra sebagai perusahaan penyedia dan pengelola tenaga kerja.
Beberapa aspek yang perlu dijadikan dasar pijakan oleh mitra bisa dijabarkan oleh perusahaan pemberi order/pekerjaan, seperti :
1. Aspek Teknis
2. Aspek Pelayanan
3. Aspek Legal, dan
4. Aspek Administrasi
Beberapa perusahaan sudah melakukan proses alih daya atas fungsi-fungsi yang ada di beberapa Divisi dengan perusahaan Outsource-nya.
Dalam perkembangan saat ini, alih daya masih sebatas pada penyediaan labor supply dan proses administrasi saja, sedangkan trend ke depan adalah melakukan sinergi dengan partner melalui apa yang dinamakan “Managed Services” secara menyeluruh.
Ketika suatu perusahaan ini melakukan managed services secara keseluruhan, maka yang harus diperhatikan adalah membuat standar yang disepakati bersama dan kemudian diimplementasikan melalui tenggat waktu yang sudah disepakati.
Dalam prakteknya, managed services belum bisa diaplikasikan untuk semua fungsi yang ada di perusahaan, beberapa fungsi utama di perusahaan, sebaiknya dikelola oleh perusahaan itu sendiri sehingga hal-hal yang sifatnya strategic masih bisa dipertahankan dan diawasi dengan baik.
Setiap perusahaan, tentunya ingin seoptimal mungkin bisa mencapai targetnya. Karena itu si perusahaan pemberi kerja kepada mitra harus membuat satu kebijakan yang jelas kepada mitranya agar hal ini bisa dijadikan pedoman untuk menjalankan fungsi-fungsi mitra sebagai perusahaan penyedia dan pengelola tenaga kerja.
Beberapa aspek yang perlu dijadikan dasar pijakan oleh mitra bisa dijabarkan oleh perusahaan pemberi order/pekerjaan, seperti :
1. Aspek Teknis
2. Aspek Pelayanan
3. Aspek Legal, dan
4. Aspek Administrasi
Setiap akhir tahun sebaiknya dilakukan proses evaluasi berdasarkan input yang masuk setiap bulannya, untuk kemudian diadakan semacam Outsource Gathering yang bertujuan untuk memberikan Reward dan Punishment kepada perusahaan mitra kita.
Penulis saat ini mengelola sekitar 7 mitra perusahaan outsource yang ada. Dari pengalaman penulis itu sendiri, metode seperti ini sangat positif bagi mitra, dimana mereka berusaha seoptimal mungkin untuk meningkatkan kinerjanya.
Feisal Assegaf
Konsultan SDM
Penulis saat ini mengelola sekitar 7 mitra perusahaan outsource yang ada. Dari pengalaman penulis itu sendiri, metode seperti ini sangat positif bagi mitra, dimana mereka berusaha seoptimal mungkin untuk meningkatkan kinerjanya.
Feisal Assegaf
Konsultan SDM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar